Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Beasiswa Angkat Harkat dan Martabat Santri

Senin 26 Mar 2018 12:32 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko

Santri pondok pesantren (Ilustrasi)

Santri pondok pesantren (Ilustrasi)

Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
para santri telah berjasa berjuang melawan penjajah dalam perjuangan kemerdekaan,

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR -- Kasi Kemahasiswaan pada Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama, Ruchman Basori mengatakan, Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kemenag yang diperuntukkan untuk para santri adalah untuk mengangkat harkat dan martabat kaum santri dan untuk mengejar ketertinggalan pondok pesantren.

 
"Selain itu untuk mengejar ketertinggalan komunitas pondok pesantren akan sains dan teknologi yang sangat diperlukan," ujar Ruchman saat menjadi nara sumber kegiatan Penutupan CSS Liga dan CSS Mora IPB Berdoa bersama pada Ahad (25/3).
 
Mantan Kasi Pemberdayaan Santri pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren ini menuturkan, PBSB merupakan ikhtiar menebus dosa sejarah pemerintah terhadap pondok pesantren. "Kalangan pondok pesantren, kiai, ustaz dan para santri telah berjasa berjuang melawan penjajah dan mengantarkan Indonesia merdeka, namun belum dapat apa-apa dari negara", ucap Ruchman.
 
Karena itu, keprihatinan akan nasib pondok pesantren ini telah ditempuh dengan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemenag dan IPB sejak tahun 2005 silam. Saat itu, disepakati untuk pertama kali Kemenag memberikan beasiswa untuk 25 santri di IPB dan 15 santri pada Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIN) UIN Jakarta.
 
Seperti diketahui PBSB telah berlangsung sejak tahun 2005 dengan menggandeng 15 PT Mitra seperti IPB, UGM, ITS, UNAIR, UPI Bandung, ITB, UI, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Kalijaga dan sejumlah PTUN lainnya. "Sampai kini kurang lebih 4.500 telah merasakan program ini dan alumninya tersebar di seluruh Indonesia," katanya
 
IPB menjadi kampus pertama yang bermitra dengan Kemenag untuk studi para santri melalui PBSB sejak tahun 2005. Dalam empat tahun terakhir, IPB telah menerima mahasiswa PBSB sejumlah 59 orang.
 
Sementara itu, Ketua Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSS MoRA) IPB, M. Ikhsan Habib mengatakan, liga CSS MoRA telah dilaksanakan dengan sukses sebagai implementasi mengembangkan bakat minat dan keahlian mahasiswa. Selain itu, acara ini juga digelar untuk bertukar gagasan mengenai PBSB.
 
"Banyak penerima PBSB yang belum memahami latar belakang dan spirit munculnya PBSB, karenanya kami ingin mendapatkan sharing gagasan dari Pak Ruchman Basori Pengelola PBSB medio 2005-2013 tentang program beasiswa santri berprestasi ini, kata Ihsan.
 
Para mahasiswa yang tergabung dalam CSS MoRA ini mengharapkan kepada Kementerian Agama untuk menambah kuota PBSB di IPB dikembalikan lagi seperti awal mula program ini dilaksanakan. Juga berbegai program matrikulasi untuk membekali mahasiswa baru, pembinaan peserta PBSB dan pengembangan kemahasiswaan lainnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA