Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Musik Dayak Layak Mendunia

Jumat 23 Mar 2018 22:15 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Dwiki Dharmawan

Dwiki Dharmawan

Foto: Noveradika/Antara
Itu akan dibuktikan lewat kolaborasi Dwiki Dharmawan bersama Namue'i Ensamble.

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Maestro Piano Indonesia, Dwiki Dharmawan bersama Namue'i Ensamble atau Aat akan tampil serta berkolaborasi dengan musisi tradisional Kalimantan Tengah di Palangka Raya. Kolaborasi ini bagian dari upaya membuktikan bahwa musik Dayak sangat layak mendunia.

Kehadiran Dwiki, merupakan bagian dari acara yang digagas cucu-cucu Pahlawan Nasional Tjilik riwut. Acara workshop Musik, Budaya dan Industri tersebut digelar untuk mendorong pemuda semakin mencintai sekaligus memahami teknik menyuguhkan musik Dayak berstandar dunia.

"Jadi, hadir dan tampilnya Maestro Piano Indonesia ini di Palangka Raya agar musisi Kalteng berkarya melalui tradisi dan budaya dapat mengembangkan karyanya sekaligus bagian dari Industri musik di Tanah Air, bahkan Dunia," tambah Dahiang Heru Utama Toemon, salah seorang cucu Tjilik Riwut saat press rilis di Palangka Raya, Jumat (23/3).

Dahiang mengatakan digelarnya workshop bertema 'Membangun kreativitas bermusik melalui tradisi dan budaya' ini untuk melanjutkan perjuangan Tjilik Riwut yang merupakan Bapak Pembangunan bagi masyarakat Kalimantan Tengah.

"Kami selaku cucuk Tjilik Riwut ingin menjadi perpanjangan tangan beliau dalam rangka membangun atau meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) , khususnya para musisi Kalteng," kata Dahiang.

Dwiki Dharmawan yang turut hadir dalam press rilis tersebut mengaku, meminta izin kepada leluhur dan para senior serta pemangku adat untuk ikut serta terlibat aktif mengangkat harkat dan martabat keagungan musik tradisional Indonesia.

Dia mengatakan menjaga harkat dan martabat tersebut sangat diperlukan agar keagungan musik tradisional ketika ditampilkan di pentas internasional, tidak hanya menjadi pelengkap atau penghias atau estetika dari simbol musik barat.

"Bukan hanya itu, tapi bagaimana agar musik tradisional, khususnya musik Dayak memiliki nilai ekonomi. Jadi, dalam worshop besok, saya akan menerangkan banyak hal," kata Dwiki.

Dwiki akan tampil di aula Dinas Kehutanan Palangka Raya, Sabtu (24/3) pukul 14.00 sampai 16.00 WIB. Dalam worskhop tersebut semua orang dipersilakan membawa alat musik akustik yang bisa digunakan untuk jam session bersama Dwiki di akhir acara. Setelah itu, akan diadakan juga showcase bersama Dwiki di Jakarta sebagai rangkaian acara dalam memperkenalkan musik tradisional Dayak.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA