Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Pemkab Gresik Mulai Siapkan Proses BNPT

Jumat 23 Mar 2018 18:29 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Keluarga penerima manfaat bantuan pangan (ilustrasi)

Keluarga penerima manfaat bantuan pangan (ilustrasi)

Foto: dok. Humas Sekretariat Daerah Kota Bogor
Diharapkan penerima bantuan ini adalah keluarga yang sesuai kriteria yang ditetapkan.

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK -- Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mulai menyiapkan proses Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) untuk menggantikan program sebelumnya bantuan sosial beras sejahtera (rastra). Hal ini sesuai dengan keputusan pemerintah.

Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim di Gresik, Jumat, mengatakan proses itu diawali dengan sosialisasi kepada sekitar 500 orang. Mereka mulai dari kepala desa dan lurah serta berbagai pekerja sosial yang berada di wilayah Gresik. "Termasuk hari ini, kami melaksanakan sosialisasi tersebut di Gedung Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik," kata Qosim.

Ia mengatakan, di Gresik terdapat 84.526 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang awalnya menerima bantuan dalam bentuk rastra. Bantuan untuk mereka ini akan dialihkan ke program BPNT. "Kami harap penerima bantuan adalah keluarga yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pemerintah. Jangan sampai orang yang tingkat ekonominya tinggi menerima bantuan BPNT," katanya.

Oleh karena itu, Qosim meminta para kepala desa dan lurah untuk bisa berbuat adil, karena akan ada pertanggungjawaban. "Dengan metode BPNT, saya harap juga masyarakat bisa lebih sejahtera karena nilai bantuan yang akan diterima lebih baik bila dikompensasikan dengan harga pangan yang beredar di pasaran," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Sentot Supriyohadi mengatakan pada program Bantuan Rastra yang diberikan berupa beras kepada 84.526 KPM dengan masing-masing menerima 10 kilogram gratis setiap bulan. Sedangkan untuk BPNT, akan diberikan dalam bentuk dana nontunai sebesar Rp 110 ribu per bulan melalui BNI yang dimasukkan dalam rekening KPM melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

"Dengan KKS, KPM bisa berbelanja berupa beras dan telur melalui Warung Elektronik di wilayah setempat. "Warong-E" inilah yang saat ini kami persiapkan bersama Tim Koordinasi Sosial yang dikepalai Sekda Gresik, dan saya selaku sekretarisnya," katanya. Sentot berharap, dengan sejumlah persiapan yang dilakukan target pelaksanaan BPNT pada Mei 2018 bisa diterapkan.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA