Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

Pohon Mangrove Segera Ditanam di Kawasan Kali Adem

Rabu 21 Mar 2018 23:29 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Petugas saat membersihkan sampah yang menumpuk menggunakan alat berat di Muara Angke, Jakarta Utara Senin (19/3).

Petugas saat membersihkan sampah yang menumpuk menggunakan alat berat di Muara Angke, Jakarta Utara Senin (19/3).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Bibit-bibit mangrove itu akan ditanam di atas lumpur sisa sampah di Kali Adem

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta segera menanam pohon mangrove atau bakau di kawasan konservasi bakau Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara. Bibit-bibit mangrove itu akan ditanam di atas lumpur sisa sampah.

"Segera setelah semua sampah di kawasan tersebut dibersihkan secara keseluruhan, kami akan menanam bibit pohon mangrove," kata Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Ali Maulana Hakim di Jakarta, Rabu (21/3).

Menurut dia, penanaman bibit pohon mangrove tersebut merupakan salah satu upaya yang akan dilakukan dalam rangka memperbaiki ekosistem hayati di kawasan tersebut. "Makanya, semua sampah harus dibersihkan terlebih dahulu. Dengan begitu, ekosistem hayati di kawasan tersebut bisa diperbaiki," ujar Ali.

Dia menuturkan lumpur merupakan media tanam untuk pohon mangrove. Sedangkan lumpur yang terdapat di kawasan tersebut juga terbentuk dari sisa sampah organik yang telah membusuk dan mengeras.

"Jadi, yang kami angkut, yang kami bersihkan di kawasan itu adalah sampah-sampah berbahaya, di antaranya plastik, sterofoam dan bahan keras lainnya. Sedangkan lumpurnya akan dimanfaatkan untuk menanam bibit mangrove," tutur Ali.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan rencananya, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta akan bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan RI dalam melakukan penanaman bibit-bibit pohon mangrove di kawasan konservasi tersebut. Sementara itu, dia menambahkan pihaknya mengerahkan sebanyak dua alat berat jenis eskavator dan spider untuk mengangkut sampah-sampah yang menumpuk di wilayah konservasi bakau Kali Adem itu.

"Pengangkutan sampah-sampah di kawasan konservasi bakau tersebut dilakukan dengan menggunakan alat berat eskavator. Sedangkan sampah-sampah yang ada di Dermaga Kali Adem diangkut dengan alat berat spider," tambah Ali.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA