Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

16 Negara Afrika Dilanda Wabah Listeriosis

Rabu 21 Mar 2018 12:21 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pemandangan kota Johannesburg, Afrika Selatan

Pemandangan kota Johannesburg, Afrika Selatan

Foto: Planetware
Sumber bakteri berasal dari produk daging siap-makan di Afrika Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (20/3) memperingatkan 16 negara Afrika mengenai wabah listeriosis. Wabah tersebut berawal di Afrika Selatan pada 2017.

WHO menegaskan dukungannya bagi kesiapan mereka serta reaksi terhadap penyakit itu. Sebanyak 16 negara Afrika tersebut adalah Angola, Botswana, Republik Demokratik Kongo, Ghana, Lesotho, Madagaskar, Malawi, Mauritius, Mozambik, Namibia, Nigeria, Swaziland, Tanzania, Uganda, Zambia dan Zimbabwe.

Menurut data WHO, hampir 200 warga Afrika Selatan telah meninggal sejak Januari 2017 akibat produk daging siap-makan yang dikonsumsi secara luas di negeri itu. Makanan itu juga mungkin telah diekspor ke dua negara Afrika Barat serta 14 anggota Masyarakat Pembangunan Afrika Selatan (SADC).

Lembaga kesehatan Afrika Selatan belum lama ini mengumumkan sumber wabah itu adalah satu pabrik di Polokwane di bagian timur laut negeri tersebut. Namun, mengingat potensi masa inkubasi listeriosis yang lama dan tantangan yang berkaitan dengan proses penarikan yang dilakukan secara luas, kasus lain diduga takkan muncul.

Listeriosis adalah penyakit menular pada hewan dan manusia. Penyakit ini terutama menyerang bayi yang baru dilahirkan atau orang dengan kekebalan tubuh yang rendah. Listeriosis diakibatkan oleh bakteri Listeria monocytogenes.

Penyakit itu bisa menimbulkan penyakit parah, termasuk sepsis parah, meningitis atau radang otak, kadangkala mengakibatkan bahaya seumur hidup dan bahkan kematian. Listeria ada di mana-mana, dan terutama ditularkan melalui jalur mulut setelah orang menelan produk makanan yang tercemar.

Seluruh pengurutan genom rangkaian bakteri listeria yang terisolasi digunakan untuk membuat hubungan antara produk yang tercemar, perusahaan produksi dan rangkaian Listeria diisolasi dari pasien. WHO saat ini mendukung pengurutan genom lebih lanjut untuk menentukan kasus mana yang berkaitan dengan wabah saat ini.

Pada Maret, Afrika Selatan menjadi tuan rumah pertemuan menteri kesehatan SADC untuk menangani kesiapan regional dan reaksi terhadapi listeriosis. Para menteri tersebut menyampaikan komitmen buat kolaborasi regional, pertukaran informasi dan diperkuatnya sistem keamanan pangan nasional sejalan dengan standar internasional.

Namun, WHO saat ini tidak menyarankan langkah apa pun yang berkaitan dengan perdagangan sehubungan dengan wabah listeriosis saat ini di Afrika Selatan. Lembaga kesehatan PBB itu bekerja sama dengan semua 16 negara prioritas guna meningkatkan kemampuan mereka mempersiapkan diri, mendeteksi dan menanggapi potensi wabah.

Langkah mendesak termasuk peningkatan kesadaran mengenai listeriosis, peningkatan pemantauan aktif dan diagnosis laboratorium, jaminan ketersediaan Tim Reaksi Cepat, dan diperkuatnya koordinasi serta perencanaan kondisi tak terduga. Para ahli telah dikirim ke Afrika Selatan, Lesotho dan Swaziland untuk mendukung upaya tersebut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA