Sabtu, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 Januari 2020

Sabtu, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 Januari 2020

Oded Ingin Bandung Jadi Kota Agamis dan Tinggi Toleransi

Sabtu 17 Mar 2018 10:14 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Ratna Puspita

Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial (kiri) danYana Mulyana (kanan) saat hadir untuk menyerahkan berkas persyaratan pendaftaran di Kantor KPU Kota Bandung, Rabu (10/1) malam.

Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial (kiri) danYana Mulyana (kanan) saat hadir untuk menyerahkan berkas persyaratan pendaftaran di Kantor KPU Kota Bandung, Rabu (10/1) malam.

Foto: Republika/Edi Yusuf
Oded ingin unsur Agamis menjadi penambahan yang penting dari visi Pemkot Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pasangan Calon nomor urut 3 Oded M Danial-Yana Mulyana mengusung visi bertajuk Nyaman, Unggul, Sejahtera dan Agamis dalam Pemilihan Wali kota (Pilwalkot) Bandung 2018. Mereka ingin unsur Agamis menjadi penambahan yang penting dari visi Pemkot Bandung sebelumnya.

Oded menuturkan agamis berarti penduduknya beragama dan berperilaku sopan. Salah satunya dengan menjunjung tinggi toleransi antar sesama pemeluk agama.

"Jadi agama yang sudah disahkan oleh pemerintah, diakui oleh undang-undang maka itulah punya hak mendapatkan pelayanan dari Pemkot Bandung.Jadi tidak ada diskriminasi," kata Oded kepada wartawan saat ditemui di Pusdai Jabar, Jumat (16/3).

Oded mengungkapkan, ia sengaja membawa konsep agamis karena merupakan bagian dari pembangunan mental dan spiritual. Dalam membangun sebuah peradaban diperlukan pembangunan mental dan spiritual yang kuat yakni lewat agama.

Oded menyampaikan visi agamis bukan hanya untuk warga yang beragama muslim saja. Tapi semua pemeluk agama. Hal ini untuk menepis kekhawatiran warga non-Muslim yang juga tinggal di Kota Bandung.

“Kami jelaskan aja bahwa agmis itu merupakan visi bahwa warga kota bandung harus beragama, tidak boleh tidak beragama," ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah program agama Islam yang telah dibangun seperti program magrib mengaji, subuh berjamaah, jumat keliling akan terus digerakkannya. Oded juga akan mengakomodir untuk agama lain. Oded mengaku akan melakukan komunikasi dengan tokoh-tokoh agama lain. 

"Nanti harus diakomkdir oleh kita, nanti bisa komunikasi dengan tokoh-tokoh agama non muslim. Kita juga tanya kalau mereka punya program program ya seperti halnya umat Islam saya kira engga masalah, kita akomodir itu. Artinya agamis itu bukan hanya untuk islam tetapi untuk seluruh umat beragama," tuturnya.

Ia menambahkan masyarakatnya yang agamis harus dilengkapi dengan rasa saling toleran. Dengan demikian, Kota Bandung menjadi kota yang aman dan bahagia untuk semua pemeluk agama. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA