Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Perbasi Berharap tak Ada Lagi WO di IBL

Jumat 16 Mar 2018 20:32 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto

Logo IBL Pertalite

Logo IBL Pertalite

Foto: iblindonesia.com
Jika tak puas dengan keputusan IBL, Pacific Caesar seharusnya melakukan banding.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) Danny Kosasih berharap tidak ada lagi tim di Indonesia Basketball League (IBL) yang melakukan aksi walk out. Hal ini diungkapkan Danny beberapa waktu lalu saat berbincang dengan Republika.co.id.

"Saya berharap tidak ada lagi klub IBL yang melakukan aksi WO. Hal ini merugikan banyak pihak. Penonton yang sudah datang mengeluarkan uang tiket dan transportasi ke lapangan basket untuk menonton sangat dirugikan. Ini pasti mengecewakan penonton," ujar Danny.

Selain penonton, menurut Danny, kerugian lainnya juga dialami siaran televisi yang sudah siap untuk melakukan siaran langsung pertandingan antara Stapac Jakarta melawan Pacific Caesar Surabaya.

Danny melanjutkan, sponsor yang mendukung IBL juga pasti akan dirugikan dengan adanya aksi WO. "Ujungnya, industri olahraga pasti akan sulit berkembang karena membuat liga menurun kepercayaan akibat aksi WO tersebut."

Seharusnya, kata Danny, kalau Pacific Caesar tak puas dengan keputusan IBL dapat melakukan banding. "Di Perbasi kan ada komisi hukum. Kalau tidak puas bisa juga mengajukan protes ke badan arbitrase olahraga. Kan ada jalurnya. Itu seharusnya yang ditempuh, bukan malah memutuskan untuk WO yang merugikan banyak pihak," jelasnya.

Pacific Caesar memutuskan WO saat gim kedua Play off divisi saat menghadapi Stapac Jakarta. Pada gim pertama, Pacific Caesar bukan saja kalah, tetapi satu pemain asingnya Anton Waters dihukum tidak boleh bermain satu pertandingan. Tidak terima dengan keputusan ini, Pacific akhirnya melakukan aksi WO.

Atas aksi WO ini, IBL sebagai pengelola liga memutuskan denda 100 juta atas terhadap Pacific Caesar. Tak hanya itu, bantuan finansial dari IBL selama satu musim tidak akan dibayarkan.

Pekan ini, IBL kembali berlanjut memasuki babak semifinal. Divisi Merah mempertemukan Satria Muda Pertamina melawan Hangtuah Sumsel, serta di Divisi Putih, juara bertahan Pelita Jaya Jakarta akan ditantang Stapac Jakarta.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA