Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

YouTube Berencana Gandeng Wikipedia Lawan Konspirasi

Kamis 15 Mar 2018 12:15 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Winda Destiana Putri

YouTube

YouTube

Foto: EPA
Rencana itu dianggap sebuah gagasan yang menghasilkan kejutan dan skeptisisme

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- YouTube berencana untuk melawan teori konspirasi dengan menggunakan Wikipedia. Rencana itu dianggap sebuah gagasan yang menghasilkan kejutan dan skeptisisme dari ensiklopedi open-source.

Raksasa video milik Google itu mendapat kecaman karena perannya dalam menyebarkan konten palsu dan ekstremis. Selain itu, algoritma situs tersebut mempromosikan teori kebohongan dan konspirasi dalam hiruk pikuk akibat kejadian berita seperti penembakan massal.

Dalam upaya untuk membantah informasi palsu, CEO YouTube Susan Wojcicki meluncurkan sebuah inisiatif baru yang menunjukan isyarat informasi atau mengarahkan pengguna ke sumber pihak ketiga seperti Wikipedia. Namun, Yayasan Wikimedia mengatakan mereka belum menjajaki kemitraan formal dengan YouTube dan tidak diberitahu terlebih dahulu tentang pembicaraan Wojcicki.

"Ribuan editor sudah bekerja memantau dan berusaha untuk memerangi konspirasi, pseudo-science, teori pinggiran, dan banyak lagi," kata Wikipedia dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Independent.

Namun orang-orang yang bekerja dengan Wikipedia meragukan bahwa platform yang mengandalkan kontributor dan mengedit materi di gudang online yang luas, adalah alat yang ideal untuk membantu memperbaiki masalah informasi yang salah tersebut.

"Saya tidak berpikir YouTube dapat mengandalkan ensiklopedia yang tidak teratur untuk menyelesaikan algoritma rangking / pidato kebenciannya," ucap Phoebe Ayers, seorang kontributor Wikimedia.Ia menilai, tidak sopan memperlakukan Wikipedia seperti sumber terbarukan dengan tenaga kerja tak terbatas.

Direktur eksekutif Wikimedia Foundation, Katherine Maher, setuju dengan Ayers. Menurutnya, YouTube tidak mengandalkan basis sukarelawan Wikipedia, karena situs tersebut belum memiliki tingkat dukungan yang penting dan memperingatkan bahwa Wikipedia tidak selalu akurat.

"Kami tidak ingin Anda secara membabi buta mempercayai kami," tegas Maher menulis di Twitter.

Seorang perwakilan YouTube mengatakan bahwa fitur baru akan diluncurkan dalam beberapa bulan mendatang. Namun tidak memberikan rincian tentang bagaimana mereka akan bekerja.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA