Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Destinasi Prioritas Mandalika Terus Berbenah

Selasa 13 Mar 2018 05:01 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Gita Amanda

Pantai Kuta Mandalika di Lombok Tengah, NTB.

Pantai Kuta Mandalika di Lombok Tengah, NTB.

Foto: Republika/ Muhammad Nursyamsyi
Pembenahan destinasi pariwisata Mandalika terus diprioritaskan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pariwisata telah membentuk Tim Percepatan Pembangunan Sepuluh Destinasi Pariwisata Prioritas. PIC Mandalika Taufan R mengatakan, pembenahan salah satu destinasi pariwisata prioritas Mandalika harus terus dilakukan, meskipun selama dua tahun ini telah mengalami banyak kemajuan.

"Kita tidak boleh cepat puas. Perjuangan dalam pembenahan destinasi pariwisata prioritas mandalika selama dua tahun berkat dukungan semua pihak sudah banyak terlihat kemajuan, terlebih pascapresiden Jokowi meresmikan beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mandalika," ujar Taufan R kepada Republika.co.id, Senin (12/3).

Taufan menyebutkan, sebagai PIC Mandalika, ia harus terus mendorong kemajuan wisata ini. Adapun tugas- tugas yang perlu dilakukan yaitu pertama, identifikasi 3A (atraksi wisata, aksesibilitas dan amenitas), Strategic Situation Analysis (SSA), Benchmarking dan Key Success Factor.

Kedua, melakukan sinkronisasi dokumen perencanaan atau development plan dari masing-masing sektor dan daerah yang terintegrasi dengan perencanaan pariwisata nasional. Ketiga, menyusun program dan kegiatan 2017 - 2019 terkait kebutuhan dukungan lintas sektor pada hal-hal yang berhubungan dengan atraksi wisata, aksesibilitas dan amenitas. Keempat, menyusun business plan yang mencakup evaluasi ekonomi dan proyeksi pertumbuhan ekonomi di sepuluh destinasi pariwisata prioritas termasuk pola dan organisasi tata kelola atau kelembagaan.

"Kemudian memastikan pelaksanaan pembangunan fasilitas (infrastruktur) dan pelayanan dengan menerapkan fungsi sistem integrator dan project management di destinasi pariwisata prioritas," jelas Taufan.

Kendati begitu, menurut Taufan, hal yang paling berat dalam membenahi destinasi pariwisata ini adalah bagaimana menyatukan stakeholder dalam pengembangan wisata. "Ini yang paling berat, menyatukan semua stakeholder di daerah, khususnya dalam semangat Indonesia incorporated, yang mau bekerja sama dan sama-sama bekerja," katanya.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA