Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Pemulihan Pascabencana Perlu Penangangan Serius

Senin 12 Mar 2018 09:57 WIB

Rep: Lilis sri handayani/ Red: Esthi Maharani

Warga berada di rumahnya yang ambruk akibat pergerakan tanah di Dusun Cipari, Margacina, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (28/2).

Warga berada di rumahnya yang ambruk akibat pergerakan tanah di Dusun Cipari, Margacina, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (28/2).

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Pemulihan bencana alam di Kabupaten Kuningan membutuhkan penanganan serius

REPUBLIKA.CO.ID,   KUNINGAN -- Bencana longsor dan gerakan tanah masih terus melanda sejumlah desa di Kabupaten Kuningan. Masa pemulihan pasca-bencana alam itu nantinya masuk dalam prioritas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kuningan pada 2019. Hal itu terungkap dalam acara Musyawarah Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Kuningan, akhir pekan kemarin.

"Pemulihan bencana alam di Kabupaten Kuningan membutuhkan penanganan serius," tegas Plt Bupati Kuningan, Dede Sembada.

Dede mengatakan, banyak perkampungan penduduk di daerah rawan bencana tak layak lagi dihuni. Hal itu membutuhkan koordinasi penyelesaian yang cepat. "Karenanya, untuk perencanaan daerah sekarang ini, kegiatan penanganan setelah bencana masuk prioritas pembangunan daerah Kabupaten Kuningan", tutur Dede.

Selain pemulihan pasca bencana, ada banyak hal lainnya yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Kuningan. Di antaranya, penanggulangan kemiskinan, pengurangan pengangguran, peningkatan investasi tingkat desa dan  peningkatan produktivitas pertanian untuk menunjang ketahanan pangan.

Selain itu, peningkatan pemberdayaan masyarakat desa, peningkatan aksesibilitas dan sarana prasarana bidang pendidikan dan kesehatan, peningkatan kualitas infrastruktur perdesaan serta  pelayanan publik melalui penerapan e-government.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, menjelaskan, dalam bencana gerakan tanah dan tanah longsor yang terjadi selama lebih dari dua pekan terakhir hingga Ahad (11/3) pukul 17.00 WIB, tercatat ada sepuluh desa di lima kecamatan di Kabupaten Kuningan yang terdampak.

 

Rinciannya, Desa Margacina dan Jabranti di Kecamatan Karangkancana serta Desa Pinara, Gunungmanik, Pamupukan dan Cipedes di Kecamatan Ciniru. Selain itu, Desa Cipakem dan Giriwaringin di Kecamatan Maleber, Desa Situgede di Kecamatan Subang serta Desa Cimara di Kecamatan Cibeureum. Agus mengatakan ,di sepuluh desa itu, tercatat ada 1.161 kepala keluarga (KK), 4.044 jiwa yang terpaksa harus mengungsi akibat bencana tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA