Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Angin Kencang Rusak Sembilan Rumah di Bekasi

Rabu 07 Mar 2018 23:25 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Warga memperbaiki rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di Desa Sadang, Jekulo, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (11/4).

Warga memperbaiki rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di Desa Sadang, Jekulo, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (11/4).

Foto: Antara/Yusuf Nugroho
Sembilan rumah rusak dan roboh di Kaliabang Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Taruna Siaga Bencana Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat sedikitnya sembilan rumah di Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara ambruk diterjang puting beliung atau angin kencang, Rabu (7/3) sore.

"Telah terjadi puting beliung yang mengakibatkan sembilan bangunan rumah rusak dan roboh yang berada di wilayah Kaliabang Tengah RT03 dan RT04, RW04," kata Ketua Tagana Kota Bekasi Roby Hermawan di Bekasi.

Menurut dia, situasi itu terjadi saat berlangsungnya hujan dengan intensitas tinggi pada pukul 17.20 WIB hingga 19.30 WIB.

Dari total sekitar 21 rumah tinggal warga, sebanyak sembilan di antaranya roboh diterjang angin kencang, sementara sisanya mengalami kerusakan berskala berat dan ringan.

Puluhan rumah itu mayoritas berada di Gang Rimbang, Kaliabang Tengah, Kecamatan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara.

Pihaknya juga mencatat seorang warga setempat menjadi korban luka atas insiden itu. "Satu orang lanjut usia menjadi korban saat ini sedang ditangani tim medis," katanya.

Korban itu tercatat atas nama Mustofah yang terluka memar akibat tertimpa material bangunan. "Luka itu berada di bagian kaki dan punggung. Usia korban sudah sampai 60 tahun," katanya.

Dikatakan Roby, untuk kerusakan rumah terbagi di dua RT, yakni RT04 mencapai 11 rumah dan RT03 RW04 jumlahnya mencapai 10 rumah. "Ada beberapa rumah yang kerusakannya 50 persen," katanya.

Sementara itu, sekretaris Kecamatan Bekasi Utara, Jalal mengatakan berdasarkan kesaksian warga angin puting beliung itu datang dari barat ke timur.

Lama angin memutar, kata dia, sampai 2 menit lebih membuat atap dan dinding rumah semi permanen berterbangan. "Kini sudah banyak bantuan dari sejumlah relawan untuk merapikan kembali bangunan yang rusak," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA