Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

KPK Siap Ikuti Sidang Setnov Tiap Hari

Rabu 07 Mar 2018 05:05 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP elektronik Setya Novanto

Terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP elektronik Setya Novanto

Foto: Republika/Iman Firmansyah
JPU KPK sudah menyiapkan bukti dalam kasus Setnov dengan detail

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan siap untuk mengikuti jadwal persidangan perkara korupsi KTP-elektronik dengan terdakwa Setya Novanto yang direncanakan berlangsung setiap hari. KPK juga mengatakan JPU sudah menyiapkan bukti dengan sangat detail.

"Terkait dengan sidang yang akan dilakukan setiap hari, KPK tentu siap ya. Jaksa Penuntut Umum KPK juga sudah menyiapkan bukti dengan sangat rinci yang nanti siap akan dihadirkan di persidangan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (6/3).

Saat dikonfirmasi soal apakah diterima atau tidaknya status justice collaborator yang diajukan Novanto, Febri menyatakan bahwa lembaganya akan menyampaikannya pada saat agenda sidang dengan pembacaan tuntutan. Keputusannya nanti dapat disampaikan pada 22 Maret kalau jadi tuntutan dibacakan pada saat itu karena ini tahapan yang standar.

"Saya kira kalau mengacu pada surat edaran Mahkamah Agung posisinya juga sangat jelas tuntutan disampaikan terlebih dahulu baru kemudian nanti hakim juga akan mempertimbangkan lebih lanjut," ucap Febri.

Sebelumnya, Ketua majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Yanto menginginkan sidang KTP-el dengan terdakwa Setya Novanto dapat berlangsung setiap hari agar tuntutan hukumannya dapat dibacakan pada 22 Maret mendatang.

"Pekan depan sidangnya setiap hari. Jadi nanti diagendakan tanggal 22 Maret sudah tuntutan," kata Yanto di pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/3).

Hal itu disampaikan Yanto dalam sidang pemeriksaan KTP-el dengan terdakwa mantan Ketua DPR Setya Novanto yang didakwa merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun dari total anggaran KTP-el sebesar Rp 5,9 triliun. Dalam perkara itu Setnov diduga menerima 7,3 juta dolar AS dan jam tangan Richard Mille senilai 135 ribu dolar AS dari proyek KTP-el.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA