Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Klub Minta Kick-Off Perdana Liga 1 tak Lewat Maret

Senin 05 Mar 2018 18:43 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Israr Itah

Liga 1

Liga 1

Foto: Ist
Keputusan tersebut bakal membuat pengeluaran klub-klub peserta musim ini meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah klub mengeluhkan rencana pengunduran jadwal kompetisi Liga 1 2018. Keputusan operator kompetisi Liga Indonesia Baru (LIB) tersebut bakal membuat pengeluaran klub-klub peserta musim ini meningkat. 

Klub-klub peserta menyarankan agar operator menyodorkan solusi atas dua persoalan yang membuat kompetisi musim ini jadi molor. Presiden Persija Jakarta Gede Widiade mengatakan, sebetulnya isu pengunduran jadwal Liga 1 tak melulu soal utang subsidi. Melainkan kata Gede, juga terkait dengan jadwal tanding. 

"Itu dua soal yang berbeda. Penyelesainnya juga seharusnya berbeda," ujar dia pada Senin (5/3). 

Menurut dia, LIB seharusnya bisa tetap menjalankan Liga 1 sesuai jadwal. Menurut dia, soal penyelesaian utang subsidi seharusnya tidak mengganggu pelaksanaan liga.  Gede mengatakan, jika utang subsidi menjadi alasan pengunduran Liga 1, itu bukan langkah yang tepat. 

"Utang itu ya tetap utang. Penyelesainnya bisa lewat pengakuan utang ataupun penerbitan surat utang. Kompetisi harus tetap jalan sesuai jadwal yang direncanakan oleh LIB," ujar dia.

Gede menambahkan, manajemen Macan Kemayoran memang sudah mendengar kabar tentang mundurnya Liga 1. Menurut dia, bagi klub yang siap pengunduran tersebut akan merugikan. Sebaliknya bagi klub yang belum rampung dalam menyiapkan diri menuju kompetisi musim ini, ini menjadi keuntungan.

Bagi Persija sendiri, kata dia ada plus minus. Saat ini Persija bisa fokus pada Piala AFC 2018. Sedangkan kerugiannya soal anggaran yang disiapkan menuju Liga 1 musim ini bakal lebih tinggi karena kompetisi yang akan padat dan panjang.

Pengeluaran yang bakal tinggi itu pula yang dikeluhkan oleh manajemen klub juara Liga 1 2017, yakni Bhayangkara FC. Direktur Bhayangkara AKBP Sumardji menyampaikan pemunduran jadwal liga musim ini bakal berdampak dalam pengupahan pemain dan akomodasi lainnya.

Manajemen kesebelasan dari korps Kepolisian itu, Sumardji ungkapkan sudah menghitung biaya liga musim ini. Tetapi dalam perhitungannya, manajemen cuma menjadikan November sebagai acuan finis Liga 1. 

"Kalau mundurnya satu bulan, itu berarti Liga 1 berakhir Desember. Kami akan mengeluarkan biaya lagi," ujar Sumardji.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA