Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Penyu Perairan Sumbar Diperkirakan Capai 30 Ribu Ekor

Senin 05 Mar 2018 16:30 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Seekor anak penyu baru keluar dari telurnya yang menetas (Ilustrasi)

Seekor anak penyu baru keluar dari telurnya yang menetas (Ilustrasi)

Penyu yang mendominasi jenis lekang, sisik, dan hijau.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Populasi penyu di perairan Sumatera Barat diperkirakaan hingga kini mencapai 30.000 ekor. Hal itu diungkapkan peneliti penyu dari Universitas Bung Hatta Padang Harfiandi Damanhuri.

"Penyu yang mendominasi adalah jenis lekang, sisik, dan hijau yang lebih banyak terdapat di perairan Kepulauan Mentawai," katanya di Padang, Senin. Ia mengatakan penyu dewasa berumur 20 hingga 30 tahun dan dapat hidup mencapai umur 100 tahun.

Populasi penyu di daerah itu, ujarnya, saat ini telah menunjukkan indikator kenaikan jika dibandingkan tahun sebelumnya, hal itu terlihat dari jumlah penyu yang merapat ke pantai, baik itu untuk bertelur maupun sekadar singgah.

Sementara, untuk populasi tukik (anak penyu) yang dilepas ke pantai oleh beberapa pusat konservasi seperti di Kota Pariaman, Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Agam diperkirakan hampir mendekati 100 ribu ekor.

Ia menjelaskan, penyu memiliki tiga sifat yang tidak dimiliki oleh biota laut yang lain, yaitu memiliki kemampuan merekam di mana ditetaskan seperti informasi terkait struktur pasir, kelembapan, suhu, dan pencahayaan.

Kemudian, kemampuan kembali ke lokasi kelahiran, walaupun sudah berlayar puluhan tahun dan kemampuan mengindentifikasi tanda-tanda lokasi seperti arus, gelombang, pencahayaan bulan, dan lainnya.

Untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut, ujar dia, penyu perlu dilestarikan dengan selalu menjaga habitatnya, seperti menjaga kebersihan pantai dan tidak merusak terumbu karang.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengimbau masyarakat pesisir terus melestarikan dan menjaga keberlangsungan penyu sebagai salah satu hewan yang dilindungi undang-undang.

"Semua elemen masyarakat memiliki tugas untuk tetap menjaga dan melestarikan penyu, jika persoalan seperti perburuan telur penyu terus dilakukan ini merupakan sebuah persoalan besar ke depannya," kata dia.

Apalagi katanya, penyu sudah termasuk hewan yang langka sehingga perlu upaya sadar lingkungan oleh semua masyarakat terutama di daerah pesisir untuk menyelamatkannya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA