Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Menteri Malaysia Imbau Muslim Ramaikan Masjid

Sabtu 03 Mar 2018 06:01 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Muslim Malaysia tengah melaksanakan Shalat Jumat.

Muslim Malaysia tengah melaksanakan Shalat Jumat.

Foto: Onislam.net
Masjid dibangun juga sebagai pusat pembangunan umat Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, REMBAU -- Menteri Besar Negri Sembilan, Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan mengimbau umat Muslim Malaysia meramaikan masjid dan menghindari mengubah institusi tersebut menjadi tempat perpecahan. Pada acara penyerahan gedung baru Masjid Kariah Kundur Hilir di Negri Sembilan, Jumat (2/3), ia mengatakan umat Islam perlu menghidupkan kembali semangat masjid sebagai institusi pertama yang dibangun Nabi Muhammad SAW ketika dia hijrah dari Makkah ke Madinah.

"Masjid dibangun bukan hanya untuk melaksanakan shalat, tapi juga sebagai pusat Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya membangun negara-negara Islam dan memperkuat ekonomi Islam. Ini juga menjadi pusat bagi umat Islam untuk berkumpul," kata Datuk Seri Mohamad, dilansir dari New Strait Times, Jumat (2/3).

Dia mengatakan, komunitas Muslim harus menjadikan masjid sebagai pusat persatuan, terlepas dari perbedaan mereka. Menurutnya, warga Malaysia beruntung lahir di negara yang damai tersebut karena tinggal di negara yang makmur dan bersatu adalah berkah yang seharusnya tidak diterima begitu saja.

"Masjid juga bukan tempat bagi siapa saja untuk menyombongkan diri. Sangat menyedihkan jika masjid berubah menjadi tempat yang memicu perpecahan di kalangan masyarakat," katanya.

Di samping itu, hadir pula Mufti Negri Sembilan Datuk Mohd Yusof Ahmad. Mohamad melaksanakan shalat Jumat di masjid tersebut dan memberikan sumbangan kepada 32 orang. Masjid Kariah Kundur Hilir dibangun dengan biaya sebesar 3,4 juta ringgit. Masjid tersebut bisa menampung sekitar 600 jamaah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA