Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Kementan Safari Pastikan Gabah Terserap Bulog

Kamis 01 Mar 2018 13:01 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Dwi Murdaningsih

Panen padi.

Panen padi.

Foto: Antara.
Serap gabah petani ini juga dilakukan untuk membantu petani memperoleh harga bagus.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Pada panen raya ini, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan safari serapan gabah petani (Sergap) untuk memastikan penyerapan oleh Bulog. Serapan gabah ini akan digunakan sebagai cadangan pangan pemerintah.

"Jajaran Bulog harus segera menyerap gabah petani. Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, mumpung saat ini sedang panen raya, sehingga harga tidak jatuh," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi yang melakukan safari Sergap ke kabupaten Demak, Kudus dan Grobogan provinsi Jawa Tengah tengah pekan ini.

Kementan Ingin Asuransi Pertanian Bisa untuk Hortikultura

Apalagi, Bulog sudah diberi keleluasaan untuk membeli gabah dengan fleksibilitas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) 20 persen. Serap gabah petani ini juga dilakukan untuk membantu petani memperoleh harga yang menguntungkan. Dengan begitu, petani diharapkan termotivasi dalam menjalankan usahanya.

"Kasihan petani kalau terus merugi," ujar Agung.

Pemilihan safari di Jawa Tengah karena provinsi tersebut merupakan salah satu penyumbang beras nasional kedua setelah Jawa Timur.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah Suryo Banendro menargetkan serapan gabah petani oleh Bulog sebesar 453.500 ton. Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah Jawa Tengah untuk mencapai target antara lain sudah dilakukannya pemetaan daerah yang akan panen, melakukan koordinasi dan eksekusi pembelian langsung di lapangan bersama-sama Bulog, TNI dan BRI.

"Jika hal ini dilakukan terus bersama-sama, kami yakin target serapan gabah untuk Jawa Tengah akan tercapai," ujar dia.

Dari kunjungan ke kabupaten Demak, Kudus dan Grobogan masih ada gabah kering panen (GKP) seharga Rp 4.400 per kg. Bahkan di kabupaten Grobogan beras medium dijual dengan harga Rp 8.200 per kg di penggilingan. Rendahnya harga gabah tersebut perlu segera dilakukan pembelian oleh Bulog, karena jika terlambat dikhawatirkan harga akan naik dan menyulitkan Bulog.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA