Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Hanafi Rais: Budi Gunawan Pantas Sebagai Cawapres Jokowi

Senin 26 Feb 2018 17:44 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Budi Raharjo

Kepala BIN Komisaris Jenderal Budi Gunawan

Kepala BIN Komisaris Jenderal Budi Gunawan

Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Secara sisi kualitas Budi Gunawan tentu pantas menjadi pemimpin nasional.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Nama Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan (BG) sempat muncul dalam spekulasi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo. Kabar kehadiran BG dalam Rakernas PDIP di Bali seperti yang disampaikan Politisi Demokrat, Andi Arif semakin menguatkan spekulasi tersebut.

Nama Budi Gunawan memang disebut-sebut sangat dekat dengan sosok Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Karena BG sempat menjadi ajudan putri sang proklamator ini saat menjabat sebagai presiden ke lima RI.

Anggota Komisi I Hanafi Rais memandang secara sisi kualitas Budi Gunawan tentu pantas menjadi pemimpin nasional. Diakui dia, nama BG sangat potensial masuk dalam bursa cawapres Jokowi untuk 2019. Dan secara kompetensi juga kelompok yang ingin ada wajah baru, BG layak jadi pemimpin nasional. "Saya kira BG pantas menjadi pemimpin nasional," ungkap Hanafi, Senin (26/2).

Kualitas BG, menurut Hanafi, pernah menjadi lulusan terbaik dalam Lemhanas dan memimpin BIN juga maju serta mampu memodernisasi intelijen sangat baik. "Jadi bagi saya itu bisa jadi modal sosial dan intelektual yang cukup baik. Tinggal proses politiknya nanti saja bergulir kemana," katanya.

Soal kekhawatiran dan kontroversi bila memang PDIP memilih BG sebagai cawapres, menurutnya, tentu itu urusan pilihan rakyat dan garis tangan. Rakyatlah yang akan menilai dan mempertimbangkan layak atau tidaknya sosok BG yang juga Kepala BIN kemudian jadi cawapres Jokowi. "Nanti pasti ada masanya," terang Hanafi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA