Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Sejarah Hari Ini: Gempa Tewaskan 2.000 Orang di Italia

Jumat 23 Feb 2018 08:55 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Teguh Firmansyah

Gempa. Ilustrasi

Gempa. Ilustrasi

Foto: Reuters
Banyak yang tak bisa menyelamatkan diri karena gempa terjadi saat jam istirahat.

REPUBLIKA.CO.ID, Gempa dengan kekuatan 6.0 Skala Richter (SR) mengguncang perairan mediterania di kawasan selatan Prancis dan utara Italia. Persitwa pada 1887 silam itu menewaskan lebih dari 2000 orang.

Gempa terjadi pada pukul 06.00 pagi waktu setempat. Italia menjadi salah satu kawasan yang mendapat dampak terparah dari peristiwa tersebut.

 

Sejumlah rumah dan bangunan lainnya hancur akibat guncangan itu. Gempa juga menghancurkan salah satu bangunan bersejarah Ducal Palace.

Salah satu kota dengan dampak terburuk adalah Genoa dan San Remo di Italia. Ribuan orang terpaksa mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal. Warga yang tidak bisa pergi terpaksa bermalam di bawah bintang tanpa atap sekalipun.

Di San Remo, sekitar 300 orang tewas akibat peristiwa tersebut. Tak hanya itu, kurang lebih 300 warga di Bajardo, Italia yang telah berlindung di dalam sebuah gereja juga meninggal. Nyawa mereka terenggut oleh lantaran tertimpa puing-puing gereja yang hancur akibat guncangan.

Gempa yang terjadi di perairan mediterania itu menjadi salah satu sejarah kelam di Italia. Sekitar 1500 orang yang tinggal di perbatasan Italia tewas.

Sementara di Prancis, dampak dari gempa tersebut tidak sebesar di Italia. Meski demikian, gelomang Tsunami yang disebabkan gempa tektonik itu merenggut lusinan nyawa warga.

Saat peristiwa terjadi, anggota kerajaan Inggris, pangeran Wales tengah berada di Cannes. Pangeran Wales tersebut, bersama warga lainnya terpaksa dievakuasi. Mayoritas warga bahkan hanya menggunakan pakaian tidur saat evakuasi dilakukan.

Mereka mengaku tidak sempat menyelamatkan harta benda menyusul waktu peristiwa yang terjadi saat tengah beristirahat. Sebagian besar warga bersama pangeran diungsikan menggunakan kereta ke Monte Carlo di Monaco, Prancis.

Monte Carlo sebenarnya merupakan kawasan yang lebih dekat dengan pusat gempa. Meski demikian, negara bagian Prancis itu dinilai lebih stabil dibanding kawasan lain. Ini lataran Moncao berdiri di atas batuan dasar padat yang lebih tahan terhadap gempa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA