Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Kemenhub Pastikan Target Operasi LRT Sumsel tak Mundur

Kamis 22 Feb 2018 19:28 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

Rel kereta LRT di Palembang yang pembangunannya terus dipacu untuk bisa selesai pada Pebruari 2018 dan dilanjutkan dengan uji coba.

Rel kereta LRT di Palembang yang pembangunannya terus dipacu untuk bisa selesai pada Pebruari 2018 dan dilanjutkan dengan uji coba.

Foto: Republika/Maspril Aries
Pemerintah sepakat untuk menghentikan sementara proyek infrastruktur layang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah saat ini tengah menerapkan moratorium atau memberhentikan sementara pembangunan proyek infrastruktur layang di Indonesia. Akibat keputusan tersebut, pembangunan light rail transit (LRT) Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel) yang juga disiapkan untuk Asian Games 2018 terdampak.

Meskipun begitu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan target operasi LRT Sumsel tak akan terganggu. "LRT Sumsel Insya Allah masih bisa untuk melayani Asian Games 2018. Juni kita harapkan bisa operasi," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kamis (22/2).

Zulfikri menilai LRT Sumsel untuk bagian pekerjaan layangnya sudah hampir selesai. Menurutnya, progres seluruhnya sudah mencapai 86 persen sehingga meski terkena moratorium namun pada saat Asian games 2018 sudah bisa digunakan.

Selain LRT, salah satu proyek infrastruktur Kemenhub lainnya yang juga termasuk dalam penghentian sementara yaitu Double-Double Track (DDT). "Kendala proyek DDT sebenarnya lebih pada pembebasan lahan ketimbang pekerjaan konstruksi," ujar Zulfikri.

Sejak terjadinya kecelakaan kerja DDT di Jatinegara sebelumnya, Zulfikri menuturkan hingga saat ini pengerjaan belum dilanjutkan. Meskipun begitu, dia memastikan akan kerja cepat setelah dievaluasi oleh Komite Kecelakaan Konstruksi (KKK).

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sepakat untuk menghentikan sementara proyek infrastruktur layang. Langkah tersebut dilakukan untuk melakukan evaluasi dan audit setelah kecelakaan kerja terjadi di dalam proyek Tol Bekasi-Cakung-Kampung Melayu (Becakayu), Selasa (20/2).

Moratorium tersebut dilakukan kepada 32 proyek tol layang dan empat proyek LRT. Selain LRT Palembang dan DDT Manggrai-Jatinegara,proyek sama lainnya yang terdampak yaitu LRT Jabodebek dan LRT Velodrome-Kelapa Gading.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA