Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Parfum dan Sampo Bisa Sebabkan Polusi Udara Setara Mobil

Kamis 22 Feb 2018 10:56 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Winda Destiana Putri

Parfum. Ilustrasi

Parfum. Ilustrasi

Foto: Sciencealert
VOCs dapat berkontribusi pada pembentukan ozon di atmosfer.

REPUBLIKA.CO.ID, BOULDER -- Tidak hanya kendaraan bermotor yang memiliki kontribusi besar terhadap pencemaran udara. Parfum dan sampo yang sehari-hari kita gunakan ternyata juga dapat menyebabkan polusi udara setara emisi gas buang mobil.

Sebuah studi yang dilakukan tim peneliti dan pemerintah Amerika Serikat membuktikan hal tersebut. Riset digagas oleh pakar dari Universitas Colorado dan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA).

Lewat studi yang telah terbit di Science pekan lalu, mereka berargumen bahwa polusi udara telah berubah drastis dan menjadi sangat beragam. Menurut mereka, mobil dan alat transportasi lainnya lambat laun menjadi kian 'bersih'.

Hal itu membuat sumber dominan unsur pencemar atau polutan bergeser. Tidak hanya kendaraan bermotor, tetapi juga produk rumah tangga, cat, pembersih ruangan, dan berbagai produk yang mengandung bahan kimia.

Studi berfokus pada senyawa organik mudah menguap atau volatile organic compounds (VOCs) yang dikandung sejumlah produk tersebut. Di udara terbuka, VOCs dapat berkontribusi pada pembentukan ozon di atmosfer dan polusi partikel-kecil yang berbahaya.

Temuan ini tidak secara otomatis melarang penggunaan semua produk itu atau melabelinya berbahaya. Studi hanya menyoroti bahwa senyawa di dalamnya berkontribusi terhadap polusi udara jika berinteraksi dengan sinar matahari dan zat lainnya.

"Apa yang benar-benar kami maksudkan dari penelitian ini adalah berusaha meningkatkan kesadaran bersama untuk menjaga kualitas udara," kata Jessica Gilman, salah satu penulis studi, dikutip dari Science Alert.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB