Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Bahasa Ibu Tentukan Interaksi Sosial Anak

Rabu 21 Feb 2018 12:33 WIB

Red: Indira Rezkisari

Ibu dan anaknya.

Ibu dan anaknya.

Foto: Wihdan Hidayat/Republika
Bahasa daerah juga harus dikenalkan agar anak mengenali jati dirinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Bahasa ibu dapat menentukan interaksi sosial dan budaya seorang anak di lingkungannya. Sehingga peran orang tua dibutuhkan dalam pengenalan bahasa tersebut kepada anaknya, kata peneliti Bidang Linguistik Kantor Bahasa Jambi Natal P. Sitanggang.

"Bahasa ibu dalam konteks bahasa daerah tentu sangat penting untuk pemahaman khazanah bahasa daerah dan budaya. Karena budaya itu termaktub dalam bahasa yang tidak bisa dipisahkan," katanya di Jambi, Rabu (21/2).

Setiap 21 Februari diperingati sebagai Hari Bahasa Ibu Sedunia yang telah ditetapkan oleh badan PBB, UNESCO, pada 17 November 1999. Bahasa ibu, kata dia, merupakan bahasa pertama yang dikenalkan kepada seorang anak dan mayoritas masyarakat di Indonesia menggunakan bahasa ibu itu cenderung dimaknai sebagai bahasa daerah.

Ia mengatakan bahasa ibu yang harus diperkenalkan, di samping bahasa Indonesia, adalah bahasa daerah masing-masing dari orang tuanya. Diharapkan anak bisa melanjutkan sebagai penutur untuk bahasa daerah.

"Bahasa daerah tentu harus dipelihara supaya tidak terjadi gesekan antarbudaya, karena dalam penuturan bahasa yang sopan menurut kita belum tentu sopan untuk orang lain," katanya.

Pihaknya menilai perkawinan campur antarsuku akan menambah kemampuan berbahasa anaknya menjadi lebih banyak karena seorang anak makin banyak menguasai bahasa tentu akan lebih baik. "Seorang anak dengan semakin banyak menguasai bahasa atau poliglot tentu anak akan lebih leluasa dalam bersosialisasi dan interaksi di lingkungannya," katanya.

Ia mengharapkan peringatan Hari Bahasa Ibu Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran orang tua dalam pengenalan berbahasa ibu dengan menggunakan bahasa daerah kepada anak-anak. Orang tua mempunyai tanggung jawab dalam mewariskan bahasa daerah mereka kepada anak-anaknya karena dengan bahasa ibu dapat menunjukkan jati diri seorang anak.

"Bahasa ini dalam konteks kedaerahan itu merupakan salah satu bagian kearifan lokal yang harus dipertahankan dan dilestarikan, sehingga sangat penting dikenalkan kepada anak pada era sekarang ini," katanya.



sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA