Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Dampak Penghentian Proyek Infrastruktur Layang

Rabu 21 Feb 2018 08:24 WIB

Rep: Rahayu Subekti, Mas Alamil Huda/ Red: Elba Damhuri

Suasana kondisi tiang girder proyek pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang ambruk di Jalan DI Panjaitan, Jakarta, Selasa (20/2).

PT Waskita Karya dan Perwakilan Kemeterian PUPR menggelar konferensi pers terkait kecelakaan konstruksi di Tol Becakayu, Selasa (20/2)

Foto:
Pemerintah membentuk tim konsultan independen untuk mengevaluasi sejumlah proyek.

Proyek bermasalah Waskita diselidiki

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya terus menyelidiki proyek-proyek infrastruktur bermasalah di bawah naungan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Berdasarkan catatan, kecelakaan kerja di Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) merupakan yang keenam dalam enam bulan ini.

"Kemarin di Cipinang, Jakarta Timur, sudah menetapkan tersangka. Ya tetap lakukan penyelidikan (proyek-proyek di PT Waskita)," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Selasa (20/2).

Menurut dia, polisi melihat semua aspek dalam pembangunan infrastruktur. Semua harus sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP). "Seandainya ada pelanggaran, kita proses. Untuk kecelakaan kerja di proyek Tol Becakayu, tim labfor (laboratorium forensik) masih bekerja," kata Argo.

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Pengawas Ketenagakerjaan Kemenaker turut menyelidiki insiden ambruknya tiang pancang pada proyek konstruksi Tol Becakayu. Selain menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan kerja, Tim URC juga mendalami kemungkinan adanya pelanggaran dengan norma ketenagakerjaan.

"Kita sudah terjunkan tim URC untuk menyelidiki kasus ini. Kita juga memastikan hak-hak pekerja yang menjadi korban akan terpenuhi dengan baik perlindungannya," kata Direktur Pembinaan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PNK3) Kemenaker Herman Prakoso Hidayat di Jakarta, Selasa.

Menurut Herman, tim URC sudah diturunkan sejak adanya laporan ambruknya tiang pancang pembangunan Tol Becakayu pada Selasa pagi. Tim juga telah berkoordinasi dengan aparat dan pihak yang berwajib untuk terus mendalami permasalahan tersebut.

Herman mengatakan, aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang diselidiki oleh tim URC berkaitan dengan sarana dan prasarana K3 di lingkungan kerja. Seperti penyediaan alat pelindung pekerja, penerapan sistem manajemen K3, dan sebagainya.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengklaim proses administrasi dan pengawasan setiap proyek perusahaan dilakukan secara baik. Hal itu membantah tudingan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) yang menduga adanya malaadministrasi dalam proyek-proyek tersebut.

"Perihal administrasi dan pengawasan dilakukan administrasi secara baik," kata Kepala Divisi III PT Waskita Karya (Persero) Tbk Doni Parwoto dalam konferensi pers di kantor proyek Tol Becakayu, Jakarta, Selasa.

Kendati demikian, Doni mengatakan, PT Waskita Karya tetap melakukan investigasi dan pengecekan ulang proses administrasi. Ia mengklaim PT Waskita Karya selama ini bekerja juga dengan pengawasan konsultan supervisi.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri akan memastikan implementasi dari prosedur kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja (K3) dalam setiap proyek pembangunan infrastruktur. Hal ini perlu dilakukan karena telah terjadi sejumlah peristiwa kecelakaan kerja saat proyek pembangunan infrastruktur dalam beberapa waktu terakhir ini.

"Kami akan koordinasikan dengan kementerian terkait, terutama Kementerian PUPR dan Kementerian BUMN, untuk memastikan pelaksanaan K3 di proyek pembangunan infrastruktur kita," ujar Hanif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

BPJS Ketenagakerjaan memastikan biaya pengobatan seluruh pekerja yang menjadi korban dalam kecelakaan kerja di Tol Becakayu akan ditanggung secara penuh. "Mereka yang juga tidak dapat bekerja karena sedang dalam proses penyembuhan tetap akan mendapatkan hak upah," ujar Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Khrisna Syarief seusai mengunjungi korban kecelakaan kerja Tol Becakayu di RS UKI Cawang, Selasa (20/2).

(inas widyanuratikah/idealisa masyrafina/silvy dian setiawan/umi nur fadhilah, Pengolah: muhammad iqbal).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA