Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Karateka Peraih Emas SEA Games Dicoret, KONI Sumut Kecewa

Rabu 21 Feb 2018 00:55 WIB

Red: Israr Itah

Srunita Sari Sukatendel (kiri)

Srunita Sari Sukatendel (kiri)

Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro
Srunita satu dari empat karateka yang didepak dari pelatnas Asian Games 2018.

REPUBLIKA.CO.ID,MEDAN -- KONI Sumatra Utara (Sumut) merasa kecewa atas pencoratan karateka Srunita Sari Sukatendel dari pemusatan latihan nasional (Pelatnas) sebagai persiapan menuju Asian Games 2018. Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis mengatakan, pihaknya merasa jika ada masalah terhadap atlet bisa diselesaikan dengan arif dan bijaksana.

John mengaku prihatin akan kondisi yang terjadi, meski pihaknya tidak ingin ikut campur masalah internal yang ada di Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki).

"Kita tidak bertanya problem apa yang terjadi di internal mereka. Tetapi seharusnya kita perhatikan banyak faktor menilai jika benar atlet melakukan kesalahan. Jangan sampai atlet dikorbankan. Apapun ceritanya tugas pengurus adalah membina atlet. Apakah karena cuma satu kesalahan atlet tersebut langsung dicoret?" kata dia, di Medan, Selasa (20/2).

Srunita yang merupakan peraih medali emas SEA Games 2017 dicoret dari pelatnas lantaran masalah internal di PB Forki. Dia merupakan satu dari empat karateka yang didepak.

Itu memupus impian karateka Sumut tersebut bisa tampil pada ajang Asian Games 2018. Bukan tidak mungkin impian alumni PPLP Sumut itu untuk bisa berlaga di olimpiade 2020 Tokyo terancam.

Lebih lanjut John mengatakan saat ini Srunita merupakan satu-satunya karateka Indonesia yang memiliki ranking tertinggi di dunia yakni peringkat 8 World Karate Federation (WKF). Kehilangan Srunita di pelatnas sedikit banyak mengurangi potensi Indonesia meraih medali di Asian Games.

"Tapi yang pasti kita mengalami kerugian karena atlet karate Indonesia yang peringkat tertinggi di WKF adalah Sari. Pasti kontingen kita merasa rugi, apalagi Sari sudah lama berada di pelatnas. Kami berharap dia tetap rutin menjalani latihan, mengingat masih banyak kejuaraan yang telah menanti," katanya.

Sari (peraih medali emas SEA Games 2017 dari nomor kumite -50 kg putri), Cok Istri Agung Sanistyarani (emas SEA Games 2017 kumite -61 kg putri), Sisilia Agustiani Ora (perak kata perorangan putri), dan Ahmad Zigi Zaresta Yuda (perak kata perorangan putra) sudah tak di pelatnas sejak 5 Januari 2018. Senin (12/2) lalu, keempat karateka ini sudah berbicara langsung ke Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi agar dapat kembali masuk pelatnas.

Keempat karateka pelatnas itu sebelumnya telah dipersiapkan untuk mengikuti World Premier League (WPL) 2018 Seri I di Paris, Perancis 26-28 Januari 2018 lalu. Namun, mereka menolak pelatnas persiapan WPL. Keempat karatekan ini menginginkan pelatih yang telah dua tahun menangani mereka ikut serta untuk kejuaraan tersebut.

PB Forki diterpa konflik internal. Pelatih kepala pelatnas jangka panjang karate Indonesia sebelumnya, Philip King Galedo mundur. Philip juga mundur dari jabatan anggota Bidang Kepelatihan PB Forki periode 2014-2018.

Selain Philip, pengunduran diri juga datang dari lima pelatih di pelatnas karate Asian Games 2018 yang telah membuahkan 3 buah medali emas pada SEA Games 2017 di Kuala Lumpur.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA