Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Jasa Marga tak Permasalahkan Moratorium Proyek Elevated

Selasa 20 Feb 2018 19:32 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Indira Rezkisari

Kendaraan melintas di samping salah satu lokasi pengerjaan pembangunan infrastruktur di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (19/12). PT Jasa Marga akan menghentikan sementara pembangunan konstruksi Light Rail Transit (LRT) dan Tol layang Jakarta-Cikampek II elevated, sepanjang tol Jakarta-Cikampek mulai 22 Desember 2017 hingga 2 Januari 2018 guna mengurai kepadatan kendaraan pada arus mudik Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018.

Kendaraan melintas di samping salah satu lokasi pengerjaan pembangunan infrastruktur di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (19/12). PT Jasa Marga akan menghentikan sementara pembangunan konstruksi Light Rail Transit (LRT) dan Tol layang Jakarta-Cikampek II elevated, sepanjang tol Jakarta-Cikampek mulai 22 Desember 2017 hingga 2 Januari 2018 guna mengurai kepadatan kendaraan pada arus mudik Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018.

Foto: Risky Andrianto/Antara
Tidak semua proyek Jasa Marga bersifat elevated.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah sepakat untuk memberhentikan sementara atau moratorium pembangunan proyek infrastruktur jalan layang. Keputusan tersebut berarti berimbas kepada proyek pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II (elevated) yang tengah dilakukkan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani memastikan proyek pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II berhenti namun dia tidak keberatan. "Nggak ada kerugian kok dari kebijakan ini karena kan tidak berhenti seterusnya," kata Desi di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Selasa (20/2).

Dia menambahkan, meski pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II berhenti tetap akan ada evaluasi yang dilakukan. Menurutnya, Jasa Marga juga akan sama-sama melihat bagaimana hasil setelah ada moratorium tersebut.

Desi mengakui moratorium tersebut sangat berpengaruh besar untuk keberlangsungan pembangunan proyek jalan layang. "Tapi ini kan dalam proses. Sama seperti pembebasan lahan yang juga pararel. Toh pekerjaan itu tetap berjalan, kan banyak tol Jasa Marga sejajar tanah," ujar Desi.

Dia menjelaskan, saat ini tol layang ada dua yaitu Bogor Ring Road dan Jakarta-Cikampek II. Desi menelaskan untuk Tol Bogor Ring Road sudah selesai hanya menyisakan pemasangan lampu saja dan yang berdampak besar kepada Tol Jakarta Jakarta-Cikampek II.

Desi memastikan Jasa Marga juga akan mendukung keputusan pemerintah untuk memberhentikan sementara pembangunan proyek jalan layang. "Kejar tim untuk evaluasi metode kita. Supaya kita memberikan keyakinan, metode kita ini Insya Allah tidak terlalu lama (dimoratorium)," tutur Desi.

Pemerintah berencana melakukan moratorium pembangunan proyek jalan layang selama satu sampai tiga pekan. Hal itu dilakukan sebagai langkah evaluasi karena dalam waktu terakhir banyak terjadi kecelakaan kerja di proyek jalan layang.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA