Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Brukk.. Bekisting Pierhead Roboh, Seorang Pekerja Tergantung

Selasa 20 Feb 2018 19:13 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Didi Purwadi

Suasana kondisi tiang girder proyek pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang ambruk di Jalan DI Panjaitan, Jakarta, Selasa (20/2).

Suasana kondisi tiang girder proyek pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang ambruk di Jalan DI Panjaitan, Jakarta, Selasa (20/2).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Pekerja berada di atas saat bekisting pierhead jatuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- "Bruukkkk," terdengar bunyi dentuman hingga ke rumah Ketua RT 12 RW 03, Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Priyono (34). Dentuman tersebut terdengar oleh Priyono sekitar pukul 03.05 WIB (20/2) dini hari.

Awalnya, ia menyangka bunyi dentuman tersebut hanya bunyi mesin atau benda-benda dari proyek pengerjaan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) seperti yang biasanya ia dengar. Sehingga, ia tidak memedulikan hal tersebut pada awalnya.

Lima menit setelahnya, sekitar pukul 03.10 WIB, beberapa warga berteriak. "Pak RT, ada proyek yang jatuh pak!" teriak warga. Sontak, Priyono pun langsung keluar rumah untuk memastikan apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Ia berlari bersama warga menuju titik bunyi dentuman yang awalnya telah ia dengar. Rumah Priyono tidak jauh dari lokasi bunyi dentuman. Di mana, rumahnya terletak di samping gedung kampus Institut Bisnis Nusantara (IBN) dan bunyi dentuman tersebut berasal dari lokasi proyek tol yang ada di depan kampus IBN.

Setelah sampai di lokasi, ternyata ia melihat bekisting pierhead atau cetakan untuk pengecoran beton telah roboh. Bekisting pierhead tersebut merupakan bagian dari konstruksi Tol Bekasi-Cawang-Kamping Melayu (Becakayu) yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Proyek dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk. selaku pihak kontraktor.

Saat di lokasi kejadian, Priyono awalnya melihat ada tiga orang yang berpakaian seragam proyek tergeletak di tanah. Ketiga pria tersebut merupakan pekerja yang menjadi korban robohnya bekisting pierhead tersebut.

"Saya lihat ada tiga orang yang sudah tergeletak di jalan. Tiga itu mungkin pas ambruk ketimpa, masih sempat nyelamatin diri dan sudah tergeletak aja langsung di jalan," kata Priyono di rumahnya, tepatnya di Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, yang tidak jauh dari lokasi kejadian, Selasa (20/2).

Sementara empat korban lainnya, kata Priyono, langsung dievakuasi oleh warga setempat. Warga membantu korban yang telah tertimbun puing-puing dari reruntuhan. Tak lama setelah itu, pihak kepolisian pun juga datang ke tempat kejadian guna membantu melakukan evakuasi terhadap pekerja yang menjadi korban.

(Baca Juga: Tiang Girder Tol Becakayu Ambruk)

Dari kejadian tersebut, tujuh pekerja menjadi korban atas robohnya bekisting pierhead Tol Becakayu. Enam korban di antaranya dirawat di Rumah Sakit UKI, Cawang. Sementara, satu korban yang mengalami luka di bagian kepala dirawat di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati. Enam korban tersebut di antaranya yang dirawat di RS UKI antara lain, Joni Arisman (39), Rusman (37), Supri (46), Kirpan (36), Sarmin (45) dan Agus (27). Sedangkan, satu korban yang mengalami luka di bagian kepala, bernama Waldi, dirawat di RS Polri, Kramat Jati.

Berdasarkan keterangan kepala kontraktor, kata Priyono, pada saat kejadian, ketujuh pekerja sedang berada di atas proyek. Tidak ada satu pun pekerja yang berada di bawah bekisting pierhead yang jatuh.

"Warga bilang sama saya, si kepala kontraktornya bilang ketujuh pekerja itu ada di atas (proyek) saat jatuh," katanya.

Menurut kesaksian Priyono, ketujuh korban yang telah dievakuasi, langsung dibawa dengan dua mobil ambulans dan satu mobil avanza saat setelah proses evakuasi selesai dilakukan. Enam korban tersebut masih sadarkan diri saat dilakukan proses evakuasi. Namun, satu korban yang mengalami luka di bagian kepala, sudah tidak sadarkan diri saat dilakukan proses evakuasi.

Priyono mengatakan, sebelum semua korban dibawa ke rumah sakit, ketika ia sampai di lokasi awalnya, ia sempat melihat ada seseorang pekerja yang masih tergantung di besi-besi yang ada di tiang proyek tol, tempat bekisting pierhead roboh. Pekerja tersebut, kata Priyono, dievakuasi dengan menggunakan crane (salah satu diantara alat berat yang dipakai sebagai alat pengangkat dalam proyek instruksi). Proses evakuasi terhadap pekerja tersebut memakan waktu kira-kira sepuluh hingga lima belas menit.

"Ada satu orang yang masih tersangkut, langsung diselamatkan pakai crane," kata Priyono.

Namun, saat dikonfirmasi kepada Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Yoyon Tony Surya Putra, mengenai adanya pekerja yang tergantung di antara besi pada tiang pancang proyek Tol Becakayu yang masih berdiri, hal tersebut tidak benar.

"Tidak benar mba (ada satu pekerja proyek yang tersangkut)," kata Yoyon singkat, melalui pesan teks. Namun, Yoyon membenarkan memang ada salah satu pekerja yang mengalami luka berat di bagian kepala, yang saat ini dirawat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA