Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Tingginya Konsumsi Ikan di Sleman Belum Menular ke Provinsi

Selasa 20 Feb 2018 16:47 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Winda Destiana Putri

Ikan laut (ilustrasi)

Ikan laut (ilustrasi)

Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Konsumsi ikan di Kabupaten Sleman pada 2017 mencapai 49 ribu ton.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Bupati Sleman, Sri Purnomo menekankan, Kabupaten Sleman memiliki angka konsumsi yang berbeda dengan DIY secara keseluruhan. Ini sekaligus menjawab Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, yang menyayangkan rendahnya konsumsi ikan DIY.

"Konsumsi ikan di Kabupaten Sleman pada 2017 mencapai 49 ribu ton," kata Sri sebelum menutup panen raya yang dilakukan Unit Pembenihan Ikan Nila Mina Ngremboko di Desa Wisata Bokasen, Kabupaten Sleman, DIY, Selasa (20/2).

Selain itu, ia mengungkapkan, Kabupaten Sleman memiliki benih ikan setidaknya sebanyak 1,2 miliar ekor. Termasuk, ikan hias yang benihnya dimiliki Kabupaten Sleman sebanyak 18 juta ekor ikan.

Sedangkan, ketersediaan ikan konsumsi di Kabupaten Sleman mencapai 32,99 juta per kapita per tahun. Angka itu sendiri merupakan data yang telah dikumpulkan Pemkab Sleman selama setahun belakangan.

"Memang Provinsi DIY belum terlalu banyak, dibandingkan rata-rata nasional masih separuhnya, ini yang menjadi kampanye kita terus-menerus untuk makan ikan," ujar Sri.

Selain kampanye, untuk mendorong konsumsi makan ikan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman selalu membuat lomba untuk menu berbahan dasar ikan, anekaragam masak ikan dan melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi lain.

Secara umum, ia menilai, sistem minapadi yang sudah banyak diterapkan bisa menguntungkan petaninya, sekaligus meningkatkan produksi ikan. Bahkan, angka produksi bisa mencapai tiga kali lipat dibandingkan tidak menerapkan minapadi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA