Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Dahnil: Polisi tak Serius Tuntaskan Kasus Novel Baswedan

Selasa 20 Feb 2018 15:09 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Bilal Ramadhan

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak

Foto: ROL/Havid Al Vizki
Kasus Novel Baswedan menambah utang Jokowi menuntaskan kasus HAM berat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah meminta pihak kepolisian bertindak serius memerangi kejahatan teror di Indonesia. Hal ini menyangkut belum diselesaikannya kasus Novel Baswedan mengingat sudah hampir setahun belum ada titik terang.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku prihatin pelaku kejahatan terhadap Novel Baswedan belum ditemukan sampai sekarang. "Kami pesimistis polisi mau menuntaskan. Pak Presiden perlu membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang bisa membantu mengungkap siapa pelaku, aktor dan motif di balik teror, ujarnya kepada Republika.co.id, Jakarta, Selasa (20/2).

Ia meminta Presiden Joko Widodo dapat terlibat langsung mengungkap kejahatan yang sistematik terhadap Novel Baswedan. Maklum saja, presiden pernah berjanji akan menyelesaikan utang-utang kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan melawan korupsi di Indonesia.

Novel sudah pulang membawa semangatnya itu. Saya ingin mengetuk hati Joko Widodo untuk terlibat langsung. Ini bukan sekedar tergantung Novel, kejahatan teror terhadap Novel Baswedan adalah teror terhadap agenda pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Tapi polisi tidak sungguh-sungguh mau menuntaskan kasus ini, justru banyak dugaan justru ingin mempersalahkan Novel Baswedan," ucapnya.

"Janji pak presiden untuk menyelesaikan utang-utang kasus Pelanggaran HAM dan melawan korupsi kami tagih saat ini. TGPF saat ini satu-satunya jalan untuk membantu kepolisian mengungkap," ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA