Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Waskita: Bukan Tiang Pancang yang Ambruk

Selasa 20 Feb 2018 09:54 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Bilal Ramadhan

Tiang girder Tol Becakayu yang roboh

Tiang girder Tol Becakayu yang roboh

Foto: Silvy Dian Setiawan
Bukan tiang pancang yang roboh, tapi bekisting pierhead.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengungkapkan, ada informasi yang salah mengenai kecelakaan kerja yang terjadi di proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Kejadian tersebut terjadi di dekat Gardu Tol Kebon Nanas, Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur.

"Kami ingin meluruskan pemberitaan bahwa bukan tiang pancang atau tiang penyangga yang jatuh, namun bekisting pierhead," kata Kepala Divisi III Waskita Karya Dono Parwoto, Selasa (20/2).

Selain itu, kejadian tersebut mennyebabkan ada beberapa orang yang menjadi korban dan dirawat di rumah sakit. Atas kejadian tersebut, lanjut Dono, Waskita telah melakukan evakuasi terhadap tujuh korban luka dan sudah dilakukan penganganan di Rumah Sakit UKI.

"Pihak manajemen sangat menyesal atas kejadian ini dan untuk penanganan terhadap korban telah dilakukan," tutur Dono.

Sebelumnya, bekisting pierhead dari proyek di lokasi tersebut ambruk sekitar pukul 03.00 WIB. Sebanyak tujuh orang pekerja tertimpa reruntuhan dan langsung dievakuasi ke RS UKI karena dalam keadaan kritis.

Proyek Jalan Tol Becakayu (Becakayu) merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya sejak 2014. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak Rp7,23 triliun dan memiliki panjang ruas 11 kilometer.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA