Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Antropolog: Pengasuhan Masyarakat Tradisional Bisa Dicontoh

Sabtu 17 Feb 2018 10:47 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Yudha Manggala P Putra

Terlibat dalam pengasuhan anak menguntungkan kesehatan ayah

Terlibat dalam pengasuhan anak menguntungkan kesehatan ayah

Foto: .
Komunitas tradisional biarkan anak hidup dalam realitas.

REPUBLIKA.CO.ID,  WASHINGTON -- Masyarakat tradisional tidak memiliki buku panduan bagaimana orang tua mengasuh anak-anak mereka. Namun, orang tua dari komunitas negara maju masih bisa belajar beberapa hal dari para generasi terdahulu tersebut.

''Masa kanak-kanak saat ini adalah temuan modern,'' kata antropolog Utah State University, David Lancy seperti dikutip Science News pekan lalu.

Dari pengalaman lebih dari 40 tahun mempelajari komunitas-komunitas tradisional, Lancy mencatat beberapa hal. Pertama, anak-anak di komunitas tradisional membiarkan anak-anak hidup dalam realitas. Kelompok bermain anak-anak komunitas tradisional tidak selalu seumuran.

Waktu bermain anak-anak komunitas tradisional sering diisi dengan parodi anak-anak yang lebih besar meniru gaya-gaya orang dewasa. Anak-anak Barat bisa mengambil manfaat dari hal semacam itu karena mereka lebih bebas berekspresi dan menjalin relasi lintas usia.

Ke dua, masyarakat tradisional membiarkan anak-anak mereka bermain kolaboratif. Anak-anak yang berada dalam kelompok bermain lintas usia membuat mereka bisa menegosiasikan aturan main mereka sendiri. Permainan macam ini bisa aplikatif dalam permainan lompat tali atau kelereng pada anak-anak di Barat.

Sayangnya, pengawasan orang dewasa saat ini makin ketat sehingga permainan kolaboratif itu makin berkurang. Namun, tujuan besar permainan kolaboratif macam ini cukup baik untuk menahan campur tangan orang dewsasa terlalu jauh.

''Dugaan saya, dalam komunitas modern saat ini, perundungan muncul saat anak-anak tidak belajar bagaimana bermain kolaboratif,'' ungkap Lancy.

Ke tiga, masyarakat tradisional melibatkan anak-anak dalam pekerjaan. Dalam banyak masyarakat tradisional, kata Lancy, perkakas kerja mini termasuk pisau kecil merupakan mainan untuk anak semua umur.

Bermain dengan alat-alat itu mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi tugas sebagai orang dewasa kelak. Bahkan jika memungkinkan, anak-anak juga dilibatkan dalam suatu pekerjaan sebagai asisten.

Orang tua di Barat bisa melibatkan anak-anak mereka dalam pekerjaan sekitar rumah, tentunya ini akan membutuhkan kesabaran dan fleksibilitas orang tua. Lancy bahkan menyarankan agar ada imbalan bagi anak-anak usia tiga tahun ke atas saat mereka membantu memisahkan pakaian yang bersih untuk disetrika atau dilipat.

Lancy menyarankan agar orang tua memilah pekerjaan rumah yang bisa melibatkan anak-anak usia tiga hingga empat tahun untuk membangun rasa tanggung jawab dan simpati terhadap orang lain. Di komunitas masyarakat tradisional, anak-anak yang diberi kesempatan membantu orang dewasa lebih mau menanggung tugas besar saat dewasa.

Adalah tidak benar bila anak-anak yang tinggal di apartemen atau di hutan disebut menderita kebosanan bila mereka diberi kebebasan mengeksplorasi apa yang ada di sekitarnya. Lancy sendiri tumbuh di pinggiran Pennsylvania pada 1950-an dengan rumah yang berbatasan dengan sungai.

Lancy bisa duduk selama satu jam di tepian sungai. Saat ada yang bertanya apa yang sedang Lancy lakukan, ia menjawab sedang menonton pantulan di permukaan sungai.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA