Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Beras Impor untuk NTT Tiba di Kupang

Selasa 13 Feb 2018 09:42 WIB

Red: Nidia Zuraya

Bongkar muat beras impor asal Vietnam sebanyak 10 ribu ton di Pelabuhan Tenau, Kupang, Senin (12/2).

Bongkar muat beras impor asal Vietnam sebanyak 10 ribu ton di Pelabuhan Tenau, Kupang, Senin (12/2).

Foto: dok. Perum Bulog
NTT mendapat jatah beras impor sebanyak 10 ribu ton.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Sebanyak 10 ribu ton beras impor asal Vietnam tiba di pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Tenggara Barat (NTT), untuk disebarkan ke masyarakat di provinsi berbasis kepulauan itu. Beras impor tersebut tiba di Kupang sejak Senin (12/2) siang.

"Saat ini sedang dalam proses pembongkaran," kata Kepala Bulog Divre NTT Efdal MS kepada wartawan di Kupang, Selasa (13/2).

Ia menjelaskan bahwa beras dari Vietnam itu adalah bagian dari program pemerintah Indonesia mendatangkan 500 ribu beras impor dan NTT sendiri mendapatkan 10 ribu ton. Proses pembongkaran beras impor itu lanjutnya sudah dimulai pada Senin (12/2) kemarin. Dan diperkirakan proses pembongkaran akan dilakukan selama 10 hari.

photo
Data impor beras yang dilakukan pemerintah.


Sepuluh ribu ton beras impor yang sudah tiba di Kupang itu dibagi dua bagian yakni beras premium dan beras medium. "10 ribu ton beras impor itu dibagi menjadi dua bagian, yakni beras premium sebanyak 5.000 ton dan beras medium juga 5.000 ton," ujarnya.

Ia mengakui bahwa kualitas beras impor itu juga sangat bagus, karena memang untuk beras dari Vietnam kualitas mediumnya masuk kategori satu. Dengan masuknya 10 ribu ton beras tersebut maka jumlah stok beras di NTT hingga saat ini mencapai 34 ribu ton, dari sebelumnya tercatat 24 ribu ton.

"Masyarakat NTT tidak perlu cemas dengan harga dan stok beras. Stok kita masih mencukupi sampai lima bulan ke depan," demikian Kabulog NTT Efdal MS.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA