Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Masjid di Wilayah Utara Belanda Jadi Target Penyerangan

Senin 12 Feb 2018 14:42 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Agus Yulianto

Masjid di Belanda (Ilustrasi)

Masjid di Belanda (Ilustrasi)

Foto: wikimedia.org
Pelaku telah menyiramkan minyak turpentine di dalam masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, AMSTERDAM -- Sebuah masjid di kota Drachten utara, Provinsi Friesland, Belanda, menjadi sasaran serangan pembakaran. Hal itu diungkapkan oleh manajer Yayasan Drachten Islamic Center, Khalid Bennaceur. Masjid yang kebanyakan dikunjungi oleh orang-orang asli Maroko itu dioperasikan oleh yayasan.

Bennaceur mengatakan, anggota komunitas yang datang untuk melaksanakan shalat di pagi hari mengatakan bahwa mereka mencium bau minyak turpentine di dalam masjid. "Kemudian, ketika kami datang untuk shalat pada siang hari, kami menyadari ada bekas tanda kebakaran di dinding bangunan dan jendela telah rusak di sisi belakang masjid," kata Bennaceur, dilansir dari Anadolu Agency, Senin (12/2).

Dia mengatakan, serangan tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 pada Ahad (11/2) waktu setempat. Bennaceur menambahkan, jika seseorang terlihat merusak jendela belakang masjid dan melarikan diri setelah kebakaran. Ia mengatakan, polisi telah memulai penyelidikan atas insiden tersebut.

Penyerangan terhadap masjid di Belanda bukan kali ini terjadi. Sebelumnya, sebuah masjid di Amsterdam menjadi target penyerangan oleh sekelompok ekstremis sayap kanan. Dalam aksi tersebut, mereka menggantung spanduk anti-Islam dan model tanpa kepala di depan masjid.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA