Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Sedang di Sumbar? Coba Kunjungi Wisata Pohon Seribu

Senin 12 Feb 2018 09:14 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Pemerintah menawarkan potensi kawasan Mandeh di Pesisir Selatan, Sumatra Barat kepada investor dari 15 negara. Mandeh kerap disebut sebagai Raja Ampat-nya Sumatra.

Pemerintah menawarkan potensi kawasan Mandeh di Pesisir Selatan, Sumatra Barat kepada investor dari 15 negara. Mandeh kerap disebut sebagai Raja Ampat-nya Sumatra.

Foto: Republika/Sapto Andika Candra
Pokdarwisa akan terus berbenah memajukan wisata pohon seribu.

REPUBLIKA.CO.ID, SIMPANG EMPAT -- Pengunjung objek wisata pohon seribu di Nagari Sasak, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, terus meningkat saat hari libur. Salah seorang anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Jhonis Muis mengatakan kunjungan wisatawan ke kawasan pohon seribu terus meningkat dari pada hari biasanya.

"Jika libur sekolah atau tahun baru lalu kunjungannya sekitar 2.000 orang per hari," kata dia.

Menurutnya peningkatan jumlah pengunjung seiring mulai membaiknya kawasan pohon seribu dan adanya beberapa spot selfie atau swafoto yang dibuat. Pengunjung yang datang masih didominasi wisatawan lokal Pasaman Barat. Namun ada juga wisatawan dari kabupaten/kota lainnya di Sumbar.

"Kami bersama masyarakat akan terus berbenah untuk memajukan wisata pohon seribu ditepi pantai ini. Tentunya secara berlahan akan dibenahi dan kami berharap Pemkab Pasaman Barat dapat menyiapkan sarana prasarana pendukung objek wisata," harapnya.

Wisatawan di kawasan tersebut juga bisa bermain ombak dan mandi di laut dengan bebas saat gelombang sedang bersahabat. Wisatawan bisa juga sekadar duduk duduk di sepanjang deretan baju grip yang di pasang untuk penahan dan pemecah ombak.

Masyarakat setempat dan wisatawan berharap ke depan objek wisata pohon seribu bisa lebih baik dan berbenah. "Kalau bisa Pemkab melalui dinas terkait smembangun sejumlah fasilitas umum untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam berlibur," kata salah seorang pengunjung, Rino (36).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA