Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

140 Hektare Sawah di Nagan Raya Mengering

Sabtu 10 Feb 2018 23:44 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Petani memeriksa sawah yang kering akibat kekurangan pengairan

Petani memeriksa sawah yang kering akibat kekurangan pengairan

Foto: Antara
Mengering akibat tidak teraliri air.

REPUBLIKA.CO.ID,  NAGAN RAYA, ACEH -- Seluas 140 hektare lahan sawah petani Desa Macah, Kecamatan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh terancam gagal panen karena kondisi tanaman padi mengering akibat tidak teraliri.

Komandan Kodim 0116/ Nagan Raya, Letkol Kav Moch Wahyudi, di Nagan Raya, Sabtu (10/2) menuturkan, pihaknya telah melakukan upaya khusus untuk menanggulangi kondisi lahan sawah petani yang mengering akibat musim kemarau melanda wilayah setempat.

"Hasil pengecekan, sumber pengairan yang digunakan hanya dari bendungan air hujan yang posisinya lebih rendah dari lokasi sawah. Sehingga ketika 3-4 hari tidak ada hujan, maka bendungan tidak sanggup mengairi sawah," sebutnya.

Ia menyampaikan, untuk sementara sudah diatasi dengan mendorong tiga unit mesin pompa air Brigade Alsintan Kodim 0116, namun jika dalam seminggu ke depan hujan juga tidak turun, maka air tertampung di kolam sudah habis.

Untuk menghindari permasalahan serupa agar didukung mesin pompa air yang lebih besar dan pembenahan saluran air, dengan pompa air besar tersebut direncanakan pengairan akan mengambil dari sumber air Sungai Krueng Nagan.

Sungai tersebut memiliki debit air yang mencukupi dan selalu ada airnya untuk dialiri ke sawah yang selalu terdampak oleh gejala alam seperti ini, Dandim Letkol Wahyudi, menyampaikan pihaknya akan terus berupaya mencari solusi terbaik.

"Dengan pompa air besar yang telah kita dorong sampai ke lokasi area sawah tersebut, direncanakan pengairan akan mengambil dari sumber air Sungai Krueng Nagan. Loksi ini sering mengalami kekeringan sawah karena kondisi itu tadi," jelasnya.

Dandim Letkol Kav Wahyudi, menuturkan, upaya yang dilakukan TNI tersebut bukanlah bersifat permanen, namun lebih kepada menyelamatkan tanaman padi petani yang sudah dalam kondisi terancam gagal panen sehingga dapat merugikan petani setempat.

Lebih lanjut disampaikan, pada area lahan sawah desa setempat pada musim sebelumnya juga mengalami gagal panen, penyebabnya juga karena kondisi tanaman padi tidak tercukupi air sehingga lahan sawah mengering.

"Dengan pompa air Brigde Alsintan Kodim, untuk sementara dapat mengatasi kekeringan sehingga tidak sampai gagal panen. Ke depan perlu dilakukan penanganan yang lebih baik sehingga pengalaman gagal panen tidak terulang," katanya menambahkan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA