Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Pemkab Malang Target Bedah 1.199 Rumah

Kamis 08 Feb 2018 22:13 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Nur Aini

Bedah rumah warga miskin

Bedah rumah warga miskin

Foto: Republika/Aditya Pradana
Bedah rumah akan dilakukan terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menargetkan bisa membedah 1.199 rumah tak layak sepanjang 2018. Target ini terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah atau gaji di bawah Rp 4 juta.

"Yang 1.199 rumah itu belum termasuk yang dibantu sama CSR," kata Kepala Bidang (Kabid) Perumahan, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKCK), Imam Suyono saat ditemui wartawan di Kantor DPKCK Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (8/2).

Menurut Imam, terdapat 17 ribu MBR yang membutuhkan perbaikan rumah di Kabupaten Malang di 2017. Kemudian berkurang 1.189 orang sehingga sekitar 16 ribuan warga yang kini memerlukan perbaikan tersebut.

Imam mengungkapkan, terdapat tiga aspek prioritas perbaikan rumah tak layak yang dimasukkan program ini. Ketiga aspek itu, yakni bagian atap, dinding dan lantai rumah. Dengan kata lain, Pemkab hanya bisa memperbaiki bagian tersebut dengan anggaran Rp 10 juta per rumah. "Jadi kita sifatnya stimulan saja."

Adapun mengenai mekanisme program ini, Imam menerangkan, warga harus terlebih dahulu mengajukannya melalui pengisian formulir. Kemudian kondisi lapangan termasuk status tanah akan diverifikasi. Selanjutnya, baru diajukan kepada kepala desa, camat, dinas hingga bupati. "Kalau sudah disetujui, uang nanti disalurkan kepada penerima bantuan melalui bank Jatim, BNI dan sebagainya," kata dia.

Menurut Imam, sistem demikian dibuat agar uang bantuan benar-benar diterima oleh pengguna. Saat di lapangan, dia mengatakan, akan terdapat kelompok masyarakat yang mengawasi proses pemanfaatan dana tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA