Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Pembacaan Terakhir Kasus Pembongkaran Masjid Babri Dimulai

Kamis 08 Feb 2018 19:04 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Masjid Babri

Masjid Babri

Mahkamah Agung telah mengumumkan 14 Maret sebagai tanggal pendengaran berikutnya.

REPUBLIKA.CO.ID, LUCKNOW -- Mahkamah Agung memulai persidangan terakhir pada hari Kamis (8/8) ini pada kasus pembongkaran Masjid Babri. Mengutip pengarsipan dokumen, Mahkamah Agung telah mengumumkan 14 Maret sebagai tanggal pendengaran berikutnya.

Kasus tersebut didengar oleh seorang anggota beranggotakan tiga orang yang dipimpin oleh Ketua Hakim Deepak Mishra. Dua hakim lainnya adalah Hakim Ashok Bhushan dan Hakim SA Nazeer.

Saudi Gazette baru-baru ini berbicara dengan Zafaryab Jilani, salah satu pengacara terkemuka yang berdebat untuk pihak Muslim, untuk memastikan kemajuan dalam kasus tersebut dan juga isu-isu lain yang dihadapi oleh komunitas Muslim di India.

Jilani, mantan advokat jenderal Uttar Pradesh, adalah penyelenggara Komite Aksi Masjid Babri (KBAC) dan anggota Dewan Hukum Pribadi All India Muslim.

"Dalam kasus ini, partai-partai Muslim diwakili oleh empat pendukung senior yaitu Kapil Sibbal, Dr Rajiv Dhawan dan Raju Ramchandran dan mereka dibantu oleh saya. Namun, ada enam pendukung rekaman dan yunior mereka. Sisi Hindu diwakili dalam dua bagian. Yang diwakili oleh Vishwa Hindu Parishad (VHP) dan yang lainnya oleh Nirmohi Akhara. Harish Salve dan CS Vidyanathan, pendukung senior, dapat memimpin kelompok yang diwakili oleh VHP,'' ujar Jailinai.

Advokat senior SK Jain dibantu oleh RL Verma akan mewakili Nirmohi Akhara. Tujuh atau delapan nasehat senior lainnya akan mewakili partai Hindu lainnya. "Tushar Mehta, advokat senior Raghuvendra Singh, advokat jenderal Uttar Pradesh akan mewakili negara bagian UP dan mereka juga akan berpihak pada partai-partai Hindu,"kata Jilani dalam sebuah jawaban untuk sebuah pertanyaan mengenai perkembangan terakhir dalam kasus tersebut.

"Sekarang sudah jelas bahwa Dr Parveeen Togadia telah dikesampingkan oleh Perdana Menteri Narendra Modi selama beberapa tahun terakhir. Togadia patah hati. Karena RSS mendukung Modi dalam hubungannya dengan Togadia, kemungkinan Togadia bahkan digantikan oleh orang lain sebagai sekretaris umum VHP, " begitu komentarnya pada jatuhnya dari Parveen Togadia.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA