Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Nasi Goreng Digemari Pengunjung Brussels Holiday Fair

Rabu 07 Feb 2018 07:04 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Nasi Goreng (ilustrasi)

Nasi Goreng (ilustrasi)

Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Selain menyajikan makanan khas, anjungan Indonesia juga melayani pijat gratis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nasi goreng dan kopi khas Indonesia digemari para pengunjung Brussels Holiday Fair (BHF). Tahun ini, tema penyelenggaraannya adalah kapal pesiar, gastronomi, dan spa. "Dalam pameran ini, stan Indonesia menjual nasi goreng dan kopi yang digemari pengunjung Belgia," demikian keterangan Kepala Penerangan KBRI Brussel Ignatius Priambodo, Rabu (7/2).

Stan Indonesia yang diprakarsasi KBRI Brussel dalam pameran ini diikuti lebih dari 450 eksibitor dari kalangan pelaku industri pariwisata di Belgia. Selain menyajikan aneka kuliner khas Indonesia, stan Indonesia juga mengadakan pelayanan pijat gratis. Pengunjung pameran yang berlangsung pada 1-4 Februari 2018 itu lebih dari 100 ribu orang.

Duta Besar RI untuk Belgia, Yuri Thamrin, menyampaikan bahwa Belgia harus menjadi prioritas promosi pariwisata Indonesia di luar negeri. Momentum setelah Festival Seni Budaya Europalia di Belgia perlu dimanfaatkan untuk menarik wisatawan asal Belgia yang menjadi tempat tinggal puluhan ribu pendatang dari negara Uni Eropa lainnya.

"Warga Belgia membelanjakan sembilan miliar Euro setiap tahunnya untuk liburan, di mana tujuh dari 10 orang Belgia berlibur ke luar negeri, peluang ini harus kita tangkap," ujar dia.

Para pengunjung anjungan Indonesia adalah mereka yang berminat untuk pertama kali ke Indonesia. Bali, Jawa dengan Borobudurnya, dan Lombok tetap menjadi destinasi favorit.

Ia mengatakan mereka yang pernah ke Indonesia mencari destinasi baru, termasuk Flores, Raja Ampat, dan Sumatra.  Indonesia bersaing dengan negara-negara Asia lainnya dalam menarik wisatawan asal Belgia. Ikut hadir pada BHF tersebut, antara lain Jepang, Thailand, China, India dan negara lainnya.

Yuri mengataka, dalam pameran itu mereka saling berkompetisi dengan berbagai atraksi, seperti kesenian dan demo masak.  Berdasarkan data BPS, terdapat tren peningkatan jumlah wisatawan asal Belgia ke Indonesia yang pada 2015 tercatat 38.193 orang, sedangkan pada 2014 tercatat 33.601 orang, dan pada 2016 naik menjadi 43.607 orang.

Wisatawan asal Belgia termasuk dalam kategori yang tinggal lama di Indonesia . Mereka tinggal rata-rata 16,93 hari dibandingkan Jerman 15,06 hari dan Inggris 13,21 hari. Wisatawan asal Belgia tergolong berpengeluaran besar selama liburan yakni rata-rata 1.685,78 dolar AS. Sedangkan Jerman 1.576,24 dolar AS, Belanda 1.593,75 dolar AS dan Inggris 1.626,99  dolar AS.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA