Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Panglima: Biak akan Diprioritaskan dalam Program Pembangunan

Sabtu 03 Feb 2018 03:00 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Bilal Ramadhan

Pulau Biak

Pulau Biak

Foto: en.wikipedia.org
Biak dianggap strategis sebagai pintu masuk ke pedalaman Papua

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebutkan, wilayah Timur Indonesia, khususnya Biak, merupakan wilayah yang sangat strategis. Biak juga akan diprioritaskan dalam program pembangunan ke depan, khususnya dalam program poros maritim dunia.

"Wilayah Timur Indonesia, khususnya Biak, merupakan wilayah yang sangat strategis karena merupakan pintu masuk menuju wilayah-wilayah pedalaman yang ada di Papua," ungkap Hadi saat memberikan pengarahan di hadapan 300 Prajurit TNI dan Polri serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di Hanggar Lanud Manuhua Biak, Papua, Jumat (2/2).

Hadi menyebutkan salah satu bukti mengapa Biak merupakan wilayah strategis dalam pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, itu karena Biak telah memiliki salah satu landasan udara terpanjang di Indonesia.

"Panjang landasan tersebut mencapai 3.500 meter dan dilengkapi fasilitas pendukung seperti alat bantu navigasi, dukungan logistik dan aftur dalam mendukung seluruh penerbangan pesawat," terangnya.

Pada pengarahannya itu pula, ia menjelaskan, ke depan pemerintah akan memprioritaskan Biak dalam program-program pembangunan. Khususnya, kata Hadi, dalam program poros maritim dunia.

"Hal ini dapat dilihat dari Rencana Strategis pemerintah pada tahun 2024, yaitu apabila perekonomian Indonesia naik,maka Biak akan menjadi wilayah yang mirip Hawai sebagai tempat pariwisata," ujar dia.

Hadi juga menyampaikan, untuk mencapai pembangunan ekonomi yang baik, maka stabilitas keamanan nasional sangat dibutuhkan. Karena itu, ia kembali mengingatkan, hubungan TNI dan Polri yang solid sangatlah dibutuhkan.

"Kita harus menjaga dan merekatkan soliditas TNI dan Polri, termasuk ASN. Karena soliditas TNI dan Polri adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi," tutur Hadi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA