Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Petani Berharap Pemerintah Beli Beras Bukan Gabah

Jumat 02 Feb 2018 14:03 WIB

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Nidia Zuraya

Panen padi.

Panen padi.

Foto: Antara.
Harga beras diperkirakan baru akan turun pada Maret seiring puncak panen.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Mulai akhir Januari hingga awal Februari petani padi di DIY termasuk di Kabupaten Bantul mulai panen padi hampir setiap hari. Meskipun demikian harga padi masih cukup tinggi.

''Sekarang kami menjual beras ke pedagang penampung beras petani yang merupakan mitra Bulog dengan harga Rp 10 ribu-Rp 10.500 per kilogram, kata petani dari Desa Sri Hardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul Warjono pada Republika, Jumat (2/2).

Menurutnya, harga beras baru akan turun kemungkinan bulan Maret karena di bulan tersebut beras akan melimpah petani di daerah pegunungan panen raya di bulan Maret. Kalau harga beras turun, ia berharap jangan sampai di bawah Rp 9 ribu per kilogram. Karena kalau harga beras Rp 9 ribu per kilogram petani akan rugi.

Terkait dengan rencana pemerntah yang menugaskan Bulog untuk membeli gabah petani, Warjono mengatakan petani khususnya di wilayahnya tidak mau kalau dibeli dalam bentuk gabah. Karena malah akan rugi dan dapatnya hanya sedikit.

"Kalau ada yang membeli dalam bentuk gabah biasanya ditebas, sehingga biaya untuk panen juga yang menebas. Biasanya per lubang (sekitar 4 kilogram gabah) dihargai Rp 25 ribu-30 ribu," jelas Warjono yang juga Kepala Dusun Paten ini.

''Di tempat kami petani maunya dibeli dalam bentuk beras. Dan sudah ada yang mau menampung dengan harga di atas Rp 9 ribu per kilogram. Biasanya pembelinya datang atau petani yang membawa beras ke sana, tergantung kesepakatan,''kata Warjono menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA