Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Idrus: Pemerintah Fokus Tahap Perawatan Masyarakat Asmat

Jumat 02 Feb 2018 06:49 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Bilal Ramadhan

Idrus Marham -Menteri Sosial

Idrus Marham -Menteri Sosial

Foto: Republika/ Wihdan
Idrus mengatakan dalam mengatasi masalah di Asmar perlu pendekatan terpadu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Sosial Idrus Marham menyebutkan, tahap pertama penanganan kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk telah dimaksimalkan. Tahap selanjutnya adalah bagaimana melakukan perawatan, pembinaan, dan pengembangan masyarakat di Asmat, Papua.

"Upaya dari pemerintah untuk menangani masalah di Asmat, tahap pertama adalah tanggap darurat, itu kita sudah maksimalkan. Ini sudah berlangsung dua bulan dan saya katakan sebagian besar sudah tertangani," terang Idrus di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (1/2).

Idrus menyebutkan, tahap selanjutnya adalah bagaimana melakukan perawatan, pembinaan, dan pengembangan masyarakat di sana. Karena itu, lanjut dia, di dalam rapat yang dilakukan terkait KLB Asmat, Kemensos telah menyampaikan gagasannya untuk menangani kejadian itu.

Ia mengungkapkan, untuk menangani masalah Asmat dan juga Papua secara umum perlu pendekatan terpadu. Terpadu dari seluruh kementerian-kementerian terkait, bahkan lembaga-lembaga yang ada. Termasuk terpadu antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

"Tidak boleh kita menerjemahkan, otonomi daerah itu adalah betul-betul di sana, lepas dari pusat. Nah karena itu (harus) ada keterpaduan," jelas dia.

Hal kedua yang pihaknya ajukan adalah perlunya tindakan penanganan yang menyeluruh. Menurut dia, masalah di sana jangan hanya ditangani apabila terjadi suatu kejadian di suatu daerah. Seharusnya, daerah-daerah lain yang terindikasi juga ditangani.

"Karena kita menyeluruh, menanganinya secara menyeluruh," lanjut dia.

Satu hal lagi yang Idrus nilai paling penitng, yaitu kebersinambungan penanganannya. ia tak ingin, begitu masalah campak dan gizi buruk di Asmat selesai, seakan-akan semuanya telah selesai.

"Ini tidak selesai. Perlu ada langkah-langkah pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di sana," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA