Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Forum Zakat: Kerja Zakat adalah Kerja Bersama

Kamis 01 Feb 2018 20:44 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Hazliansyah

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kiri) bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin (tengah), Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (kanan) dan Ketua Forum Zakat Nur Effendi (kiri) menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) ke VIII Forum Zakat di Mataram, NTB, Kamis (1/2).

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kiri) bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin (tengah), Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (kanan) dan Ketua Forum Zakat Nur Effendi (kiri) menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) ke VIII Forum Zakat di Mataram, NTB, Kamis (1/2).

Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Lembaga amil zakat ikut serta mewarnai kebijakan pemerintah yang lebih pro-poor

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Forum Zakat menggelar musyawarah nasional (munas) ke-8 di Mataram, NTB pada Kamis (1/2). Ketua Forum Zakat Nur Efendi mengatakan, munas ini merupakan upaya pemaksimalan peran Forum Zakat.

Effendi menyampaikan, saat ini zakat sudah harus memasuki gelombang ketiga, di mana lembaga amil zakat mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam memandirikan umat melalui advokasi kebijakan untuk menciptakan keadilan sosial.

Dalam pengertian yang lebih luas, lanjut Effendi, lembaga amil zakat ikut serta mewarnai kebijakan pemerintah yang lebih pro-poor, mengawasi peran pemerintah dalam pembuatan dan implementasi kebijakan, serta membela hak-hak masyarakat yang bersinggungan dengan kebijakan negara. Effendi menyebutkan, persentase perolehan dana zakat terhadap GDP di Indonesia baru mencapai 0,89 persen.

"Angka ini lebih rendah dengan Malaysia yang mencapai 1,09 persen, Iran 1,79 persen, dan Mesir 1,9 persen," ujar Effendi saat pembukaan Munas ke-8 Forum Zakat di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Kamis (1/2).

Kata Effendi, pada 2016 seiring naiknya penghimpunan secara umum di lembaga amil zakat, dan bertambahnya regulasi tentang zakat yang makin rinci, gerakan zakat harus menemukan momentumnya.

"Karena itu, seluruh stakeholders perlu mempersiapkan diri lebih baik, tujuan utamanya adalah kontribusi untuk umat. Tak ada cara lain untuk memaksimalkan potensi itu, selain melakukan kerja bersama," lanjut Effendi.

Tema "Kerja Bersama" yang diangkat dalam munas kali ini, kata Effendi, tak lepas bahwa kerja zakat adalah kerja bersama dan kolaborasi.

"Kerja bersama antar lembaga zakat yang ada di Indonesia terbukti telah mengharumkan Indonesia dan diakui dunia, melalui aksinya membantu pengungsi rohingya di Bangladesh," ucap Effendi.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, mengapresiasi Forum Zakat yang telah ikut menyelesaikan misi dari kementerian agama, yaitu mengentaskan kemiskinan masyarakat melalui pemberdayaan, yang salah satunya adalah sinergi antara Kemenag, Forum Zakat dan Baznas. Di acara tersebut Menteri Agama juga meresmikan program nasional Kampung Zakat.

Persoalan zakat, menurut Lukman, bukan hanya tentang kewajiban, tapi kerja besar bagimana menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengelurakan zakatnya.

"Saya sangat berterima kasih kepada Forum Zakat dan para amilin karena telah membuat zakat lebih berdaya," kata Lukman.

Dalam Rangkaian munas Forum Zakat tidak sekedar pergantian kepengurusan, tapi juga dilakukan peresmian kampung zakat yang salah satu lokasinya berada di Dusun Longserang Timur, Lombok Barat.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA