Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

India Membutuhkan 4,5 Triliun Dolar AS untuk Infrastruktur

Kamis 01 Feb 2018 18:12 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Kualitas infrastruktur di India.

Kualitas infrastruktur di India.

Foto: thehindu.com
Terjadi kesenjangan investasi infrastruktur dengan pembiayaan dari investasi swasta.

REPUBLIKA.CO.ID, Kesenjangan investasi India akan mencapai sekitar 526 miliar dolar AS pada tahun 2040. Ha ini menurut Survey ekonomi di India. Akibanya, negara di anak benua ASia itu akan membutuhkan investasi sekitar 4,5 triliun dolar AS pada 2040 untuk mengembangkan infrastruktur dan  memperbaiki pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Ini diketahu menurut hasil Survei Ekonomi India tahun 2017-18.

"Tren saat ini menunjukkan bahwa India dapat memenuhi investasi infrastruktur sekitar  3,9 triliun dolar AS dari 4,5 triliun dolar AS. Dengan demikian angka kumulatif untuk kesenjangan investasi infrastruktur India akan menjadi sekitar 526 miliar AS pada tahun 2040," katanya.

Memang ada sedikit investasi di sektor infrastruktur sampai akhir-akhir ini karena runtuhnya kemitraan publik swasta, terutama di proyek-proyek listrik dan telekomunikas. Keadaan tersbeut akan menekankan neraca perusahaan swasta dan  isu lain yang terkait dengan izin lahan dan hutan," kata suvei ekonomi itu.

Kebutuhan tersebut adalah bagaimama mengisi kesenjangan investasi infrastruktur dengan pembiayaan dari investasi swasta. Sebab sampai sekarang institusi yang didedikasikan untuk pembiayaan infrastruktur seperti National Infrastructure Investment Bank dan juga institusi global seperti Asian Infrastructure Investment Bank dan New Development Bank lebih fokus pada proyek-proyek pembangunan berkelanjutan dan proyek infrastruktur

Survei tersebut menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk mengembangkan industri perkapalan, yang saat ini didominasi oleh Korea Selatan, China dan Jepang, di India. Sektor ini penting sebab tidak hanya akan menciptakan basis manufaktur yang kua, namun juga menghasilkan jutaan lapangan kerja.

"India berada posisi strategis di jalur perdagangan internasional, di mana ia dapat menarik kapal dari barat ke timur dalam rute perdagangan untuk kegiatan perbaikan kapal. Adanya lokasi geostrategis India, kelimpahan tenaga kerja, dan kualitas kerja adalah kekuatan untuk bisnis perbaikan kapal, "katanya.

Sektor jalan

Di sektor jalan, Survei ekonomii di India ini mengatakan pada bulan September 2017, dari 1.263 proyek yang dipantau yang terus berlanjut di seluruh sektor, ada 482 proyek di jalan raya dan jalan raya yang menggunakan biaya (asli), yakni sebesar 317. 373,9 crore. Dari jumlah tersebut, 43 proyek menghadapi overruns biaya, dan 74 proyek overruns.

Selanjutnya, ditambahkan bahwa pangsa Perkeretaapian India dalam pergerakan barang telah menurun dalam periode waktu tertentu, terutama karena struktur tarif yang tidak kompetitif. "Sementara ongkos penumpang dan tetap kurang lebih rata, ongkos angkutnya pun telah meningkat tajam sepanjang tahun."

Sektor telekomunikasi juga akan mengalami "periode stres dengan meningkatnya kerugian, tumpukan hutang, perang harga, pengurangan pendapatan, dan biaya ayng irasionan. Peserta baru ini telah mengganggu pasar dengan layanan data berbiaya rendah dan pendapatan pemain incumbent telah jatuh. "Krisis ini juga berdampak buruk terhadap investor, kreditur, mitra dan vendor dari perusahaan telekomunikasi ini, " katasurvei ekonomi India itu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA