Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

Harga Gabah dan Beras Berangsur Turun

Kamis 01 Feb 2018 15:16 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Nur Aini

Panen padi. Ilustrasi

Panen padi. Ilustrasi

Foto: .
Penurunan harga gabah dipicu musim panen.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS -- Menyusul musim panen di beberapa lokasi, harga gabah saat ini mulai berangsur turun. Dari harga tertinggi pertengahan Januari 2018 lalu yang mencapai Rp 5.700 per kg untuk Gabah Kering Panen (GKP), saat ini mulai turun menjadi Rp 5.300 per kg.

''Sejak empat hari terakhir, harga gabah memang mulai sudah mulai turun. Hal ini sudah kami perkirakan sebelumnya, karena di berbagai daerah saat ini juga sudah mulai memasuki masa panen,'' kata Ketua Gapoktan Srijaya Desa Tinggarjaya Sarkam, Kamis (1/2).

Bahkan dia menyebutkan, selama dua bulan ke depan harga gabah ini akan terus mengalami penurunan mengingat mulai pertengahan Februari 2018 ini akan berlangsung panen raya. Hal ini karena musim panen raya biasanya akan memberi dampak terhadap penurunan harga beras hingga selama dua bulan.

''Setelah itu, harga gabah secara berangsur-angsur akan mengalami kenaikan lagi. Kalau setelah musim panen ini petani langsung melakukan tanam, biasanya kenaikan hanya akan berlangsung tidak sampai dua bulan. Setelah itu, anjlok lagi karena sudah masuk panen berikutnya,'' katanya.

Untuk wilayah Kabupaten Banyumas, kata Sarkam, sawah yang saat ini sudah memasuki masa penan antara lain di Desa Tinggar Jaya dan beberapa spot sawah lainnya. Namun dia menyebutkan, mulai pertengahan Februari 2018, maka areal sawah yang akan memasuki panen akan sangat luas.

Bahkan di wilayah Banyumas, hampir seluruhnya akan memasuki musim panen mulai pertengahan Februari. Demikian juga di sebagian wilayah Kebumen dan Cilacap. ''Alhamdulillah, panen kali ini juga tergolong sangat baik. Hanya sebagian kecil sawah yang terserang hama. Namun sebagian besar, produksinya di atas rata-rata,'' ujarnya.

Dalam kondisi panen raya seperti itu, dia berharap pemerintah melalui Bulog bisa langsung melakukan pembelian agar harga gabah atau beras di tingkat petani tidak terlalu jatuh. ''Idealnya, harga GKP tidak sampai anjlok di bawah Rp 5.000 per kg. Kalau sudah anjlok di bawah harga itu, maka keuntungan yang diperoleh petani sudah tidak seberapa lagi,'' ujarnya.

Seorang pedagang beras asal Desa Margasana Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas, Eli Martono, membenarkan bila harga gabah dan beras di pasaran saat ini sudah mulai turun. Dia memperkirakan, pada masa panen raya mulai pertengahan Februari 2018, harga gabah akan anjlok lebih dalam lagi.

''Bisa saja harga gabah kering panen anjlok mencapai kisaran Rp 4.000 per kg seperti pada musim panen tahun-tahun sebelumnya,'' ujarnya. Hal ini, kata Eli, ditambah lagi dengan hasil panen di semua daerah pada musim panen kali ini relatif cukup baik. Kalaupun ada sawah yang terserang hama, luasannya tidak seberapa.

Demikian juga dengan harga beras, Eli menyebutkan, harga jual beras untuk jenis medium saat ini masih bertahan di tingkat harga Rp 10.300 per kg. Namun pada saat musim panen raya, dia memperkirakan harga beras akan terus annjlok menjadi Rp 8.500 per kg.

Baca juga: Kenaikan Harga Beras Picu Inflasi Januari 2018

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA