Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Shinsegae Food Sajikan Makanan Halal untuk Atlet Olimpiade

Kamis 01 Feb 2018 13:12 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Winda Destiana Putri

Makanan halal

Makanan halal

Foto: ist
Shinsegae menyingkirkan daging babi dari zona makanan halal kafetaria.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kantin Shinsegae Food di Desa Olimpiade PyeongChang dinyatakan memenuhi persyaratan halal sesuai hukum Islam. Halal mengacu pada apa yang diperbolehkan atau sah dalam hukum Islam tradisional.

Muslim dilarang minum alkohol dan mengonsumsi makanan non-halal, seperti daging babi dan daging lainnya yang tidak disembelih dengan menggunakan metode Islam. Meskipun Muslim hanya menyumbang lima persen delegasi Olimpiade, Shinsegae Food, penyedia katering resmi untuk acara tersebut menyiapkan zona makanan halal di tempat olimpiade.

Setelah menandatangani nota kesepahaman dengan Pusat Penelitian Standar Makanan Korea, Food Research Institute, Shinsegae menyingkirkan daging babi dari zona makanan halal kafetaria. Pun mereka menggunakan kendaraan khusus mengangkut bahan halal dan makanan yang disimpan sesuai dengan hukum Islam.

Upaya tersebut membuat Federasi Muslim Korea (KMF) mensahkan zona makanan tersebut memenuhi persyaratan halal. Sertifikasi federasi itu memiliki validitas sama dengan Departemen Pengembangan Islam Malaysia (JAKIM). Sebab, JAKIM mengakui kredibilitas federasi.

Menurut Shinsegae Food, federasi memuji ruang terpisah memasak, mencuci, dan menyajikan hidangan halal. Seorang koki asal Malaysia dilaporkan mendapat komentar bagus, mengingat perusahaan tersebut bisa melayani 20 jenis makanan halal sepanjang hari.


Perwakilan Shinsegae Food mengatakan mengalami berbagai kesulitan mendapatkan sertifikasi halal. Sebab, Shinsegae harus memiliki sistem manajemen terpisah dalam distribusi, penyimpanan, memasak, dan katering untuk makanan halal.


Meskipun atlet Muslim jumlahnya sedikit dari total delegasi olimpiade, Shinsegae tetap berfokus pada zona makanan halal untuk menghormati beragam budaya dan agama. Sertifikasi itu diharapkan meningkatkan ekspansi Shinsegae Food di luar negeri, yang telah mulai memperluas kehadirannya di pasar Asia Tenggara.

Perusahaan yang berbasis di Seoul tersebut menandatangani kontrak dengan produsen makanan Malaysia Mamee Double-Decker tahun lalu, sehingga dapat membentuk usaha patungan di negara ini. Mamee, yang mengekspor produknya ke 100 negara di seluruh dunia dan memiliki fasilitas produksi di Indonesia dan Myanmar. Perusahaan itu adalah pemain terbesar kedua di pasar ramen negara Asia Tenggara.

Kami mengekspor saus ala Korea bersertifikasi halal ke Asia Tenggara, kata CEO Shinsegae Food Choi Sung-jae dilansir dari The Korea Times, Kamis (1/2).

Ia menyatakan Shinsegae siap memperluas kehadirannya di pasar makanan halal di Asia Tenggara. Tujuannya, mengenalkan selera makanan Korea kepada konsumen di sana. Menurut Badan Promosi Perdagangan-Investasi Korea, ukuran pasar makanan halal global diperkirakan akan melampaui 2 triliun dolar AS pada 2020.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA