Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Kepala BIN Beri Kuliah Intelijen ke Ratusan Mahasiswa ITB

Rabu 31 Jan 2018 11:01 WIB

Rep: Arie Liukihardianti/ Red: Andi Nur Aminah

Pelantikan Kepala BIN. Komisaris Jenderal Budi Gunawan bersiap mengikuti pelantikan Kepala Badan Intelejen Negra (BIN) oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (9/9).

Pelantikan Kepala BIN. Komisaris Jenderal Budi Gunawan bersiap mengikuti pelantikan Kepala Badan Intelejen Negra (BIN) oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (9/9).

Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Kuliah tersebut, mengangkat tema tentang Intelijen Indonesia: Institusi dan Inovasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal Polisi Budi Gunawan, memberikan kuliah umum di lnstitut Teknologi Bandung (ITB), di Gedung Aula Barat Kampus Ganesha ITB, Rabu (31/1/). Kuliah tersebut, mengangkat tema tentang Intelijen Indonesia: Institusi dan Inovasi.

Kuliah Kepala BIN tersebut, diikuti oleh lebih 800 mahasiswa peserta kuliah dan civitas akademika lainnya yang memenuhi perkuliahan tersebut. "Biasanya, saya menjadi pengajar di lingkungan LEMDIK POLRI, STIN, dan lembaga penegak hukum lainnya. Namun, pagi ini saya bangga dan merasa terhormat diundang menjadi dosen tamu di ITB untuk mengisi mata kuliah Studium Generale," ujar Budi.

Menurut Budi, seluruh jajaran BIN mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas undangan untuk hadir di Aula Barat yang merupakan bangunan bersejarah sejak berdirinya ITB pada tahun 1920. "Kita tahu bahwa kepanjangan ITB adalah lnstitut Teknologi Bandung, tapi anak jaman now bilang ITB itu singkatan dari 'lnstitut Terkenal Banget', atau buat kami di BIN, ITB adalah 'lni Teman BIN'," katanya diikuti dengan tawa para hadirin.

Dalam pemaparannya, Budi menyampaikan sejumlah contoh perkembangan teknologi yang sedang ramai dibicarakan di dunia. Di antaranya, cryptocurrency, financial technology, dark web, bots, dan cyber attack. Budi pun, memaparkan tentang sejumlah konsep dan data terkait dinamika global dan arah perubahan dunia. Yakni, konsep The Six Ds" (digitized, deceptive, disruptive, demonetized, dan dematerialized) menggambarkan bagaimana perkembangan teknologi.

"Termasuk di Indonesia Perkembangan teknologi diperkirakan akan menyebabkan anomali transformasi," katanya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA