Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Hidayat Nur Wahid Kagumi Program Hidroponik Tanaman Pangan

Selasa 30 Jan 2018 19:46 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Gita Amanda

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid (HNW).

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid (HNW).

Foto: MPR RI
Lurah Pengadegan mengubah wilayah itu dari kawasan terdampak banjir menjadi hijau.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakayat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid mengapresiasi langkah lurah Pengadegan Jakarta selatan M Mursyid beserta jajarannya, yang berhasil mengubah wajah Pengadegan, dari kawasan terdampak banjir menjadi hijau dan asri. Keberhasilan, tersebut ditunjang oleh pembuatan beberapa sumur serapan, pertanian sistem hidroponik dan vertikal garden.

Apresiasi itu disampaikan Hidayat usai mendengar paparan Mursyid soal pertanian sistem hidroponik dan vertikal garden, serta meninjau lokasi hidroponik di kelurahan pengadekan. Acara tersebut berlangsung di balai desa pangedegan Jakarta Selatan, Selasa (30/1).

Program sumur resapan, pertanian model hidroponik dan vertikal Garden yang dilakukan di Pengadegan, menurut Hidayat dapat dijadikan contoh bagi wilayah-wilayah lain di Jakarta. Karena program tersebut sangat berguna bagi kelestarian alam.

"Saya merasa seperti berada di Puncak, asri dan hijau royo-royo. Program ini juga bisa menjadi jalan keluar menghadapi berbagai kenaikan harga bahan pangan, salah satunya adalah cabai", kata Hidayat menambahkan.

Kalau setiap rumah menanam pohon cabai, maka kata Wakil Ketua MPR berapapun harga cabai di pasar masyarakat tidak perlu risau. Karena itu, Hidayat akan menawarkan solusi, seperti yang digalakkan di Pengadegan, itu kepada Gubernur Jakarta, supaya diterapkan di daerah lain.

Program pertanian hidroponik dan vertikal garden yang dilakukan di Pengadegan, merupakan kerjasama antara federasi palang merah Internasional, Zurich Insurance, PMI dan pemerintah desa Pengadegan. Pengadegan di pilih untuk program, tersebut karena selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan terdampak banjir di Jakarta.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler