Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Startup Antipembajakan Binaan Indigo Telkom Raih 30 Klien

Selasa 30 Jan 2018 18:01 WIB

Red: Agus Yulianto

CEO dan Co Founder Authentic Guards, Muqsith Ahmadi

CEO dan Co Founder Authentic Guards, Muqsith Ahmadi

Foto: Republika/Arie Lukihardianti
Konsumen juga akan mendapatkan informasi menarik seputar brands.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sekitar 30 perusahaan lintas industri telah menjadi klien Authentic Guards, salah satu startup binaan Indigo bidang proteksi keaslian barang. Klien tersebut berasal dari industri kosmetik, farmasi, hingga olahraga di Tanah Air.

"Selain itu, kami sedang melakukan proses kesepakatan dengan sejumlah lembaga pemerintah," ujar CEO dan Co-Founder Authentic Guards, Muqsith Ahmadi dalam siaran persnya, Selasa (30/1).

Muqsith mengatakan, pencapaian perusahan rintisan teknologi asal Pasirluyu Bandung itu, dicapai setelah membangun usaha sekitar setahun, dan kemudian memperoleh pendanaan dari Indigo Telkom pada pertengahan tahun 2017 lalu. Layanan primer perusahaannya, adalah proteksi keaslian barang, batching system, solusi pemasaran email, serta platform penelusuran merek.

"Kami juga bisa investigasi, kalau ada merek yang dipalsukan di daerah, maka kami laporkan ke pemilik merek," kata pria yang lama berkarir di Bangkok pada bidang teknologi penjualan ini.

Muqsith mengatakan, aplikasi miliknya akan membaca sebuah kode unik berupa QR Code dan ditempel melalui stiker hologram. Di dalam kode tersebut sendiri nantinya berisikan lima hingga enam digit alfanumerik yang dihasilkan dari algoritma Authentic Guards yang bisa digunakan untuk memvalidasi barang-barang, apakah palsu atau asli.

Oleh karena itu, kata dia, selain klien eksisiting, layanannnya bisa diterapkan pada banyak jenis barang. Contohnya fashion, obat-obatan, suku cadang motor, dokumen, dan banyak lainnya selama benda atau produknya berbentuk fisik.

Sementara bagi masyarakat yang menggunakan aplikasi Authentic Guards, kata dia, akan memperoleh kemampuan validasi produk. Juga, akan disajikan informasi berharga seputar merek, produsen atau distributor, termasuk promo, dan info-info lainnya.

Perusahaannya pun memberikan informasi lengkap tentang produsen atau distributor yang akan memudahkan konsumen berinteraksi apabila ada complaint maupun pertanyaan seputar produk. "Konsumen juga akan mendapatkan informasi menarik seputar brands, seperti promo diskon, info produk dan penawaran menarik lainnya, katanya.

Oleh karena itu, kata dia, Authentic Guards memposisikan diri sebagai sebuah layanan yang memberikan sebuah solusi anti pembajakan sekaligus menawarkan sebuah alat analisis dalam membantu klien bisnis mereka dalam memantau produknya.

Authentic Guards sendiri, menurut Muqsith, merupakan salah satu startup dari delapan startup yang berhasil mendapat pendanaan awal program Indigo tahun lalu. Dengan dana tersebut, pihaknya menjalankan sejumlah strategi antara lain merekrut talenta sekaligus menyempurnakan layanan.

Muqsith menjelaskan, perusahaannya antara lain mengembangkan analytic platform untuk merek dan pengembangan aplikasi untuk iOS. Perusahaan juga berencana mengembangkan sayapnya ke Jogja, Surabaya dan Medan, setelah fokus selama ini ke pasar Jakarta dan Bandung.

Di tahun awal-awal ini, kata Muqsith, perusahaannya masih terus berupaya mengenalkan solusi yang ditawarkan baik kepada para klien produsen atau konsumen di Indonesia. Secara simultan, mereka melakukan penetrasi pasar dengan membuka kantor perwakilan di Singapura (51B Circular Road, Singapura) serta Vietnam Office.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA