Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Mentan: Aku Pastikan Harga Beras Hari Ini Turun

Senin 29 Jan 2018 12:23 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nur Aini

Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melakukan sidak di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Senin (4/12).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melakukan sidak di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Senin (4/12).

Foto: Republika/Prayogi
Harga beras diperkirakan turun karena sudah masuk panen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan harga gabah dan beras akan kembali turun. Sebab, panen setiap hari diklaim terjadi dan menambah stok yang ada.

Saat ditemui di Kementerian Pertanian (Kementan), ia menegaskan, harga sudah turun. Ia mengakui, harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang turun Rp 300 per kilogram (kg). Bahkan harga gabah di lapangan turun Rp 800 per kg.

"Aku pastikan hari ini turun di bawah lagi," kata dia, Senin (29/1).

Menurutnya, penurunan harga antara gabah dan beras seharusnya linier. Dengan penurunan harga gabah sebesar Rp 800 per kg maka, penurunan harga beras juga bisa turun pada angka yang sama. "Harapan kita linier," ujarnya.

Penurunan harga gabah ini ia coba antisipasi dengan menjaga komunikasi bersama Bulog. Pihaknya memperkirakan panen raya terjadi pada Februari hingga Mei. Target produksi tahun ini lebih dari 80 ribu ton gabah. Ia optimis produksi 2018 bisa melampaui produksi produksi tahun lalu yakni 81,3 juta ton gabah.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi mengatakan, ketersediaan beras nasional selama Januari-Maret 2018 adalah 2,8 juta ton (Januari), 5,4 juta ton (Februari) dan 7,4 juta ton (Maret). Sedangkan, konsumsi beras perbulan sebesar 2,5 juta ton.

Rincian surplus beras per bulan dari Januari-Maret 2018, adalah Januari surplus 329 ribu ton, Februari 2,9 juta ton, dan Maret mencapai 4,97 juta ton. "Angka tersebut diperoleh berdasarkan proyeksi luas panen selama Januari-Maret 2018 secara berturut-turut, Januari (854 ribu hektare), Februari ( 1,6 juta hektare) dan Maret (2,25 juta hektare)," kata Agung.

 

Baca juga: Panen Raya Belum Berdampak pada Harga Beras di Solo

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA