Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Tips Agar tak Jadi Penggemar yang Membabi Buta

Senin 29 Jan 2018 04:37 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Indira Rezkisari

Pilkada (ilustrasi)

Pilkada (ilustrasi)

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Penggemar garis keras sering tak memahami apa yang terjadi di balik layar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –- Tahun ini, Indonesia akan memasuki tahun politik yang ditandai dengan digelarnya Pilkada. Sudah bukan rahasia lagi, saling serang dan saling ejek seringkali mewarnai ajang pesta demokrasi tersebut.

Peneliti Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia dan Laboratorium Riset Indonesia Endang Mariani mengatakan kebiasaan saling serang dan saling ejek yang dilontarkan fan garis keras ini sejatinya dapat dihindari dengan memberikan edukasi politik kepada masyarakat.

Menurut Endang, perselisihan antar kubu ini sering terjadi karena masyarakat tidak memahami sepenuhnya apa yang terjadi di balik layar politik. Padahal, selama masih dalam kancah politik, tokoh pilihan yang diidolakan bisa jadi tiba-tiba berkongsi dengan tokoh lawan politiknya di kehidupan nyata dalam urusan lain. Sebab pada kenyataannya tidak ada lawan yang abadi dalam dunia politik.

“Kenyataan ini yang seharusnya disadari oleh masyarakat,” ujar Endang kepada Republika.co.id.

Di lain sisi, potret sesaat yang disodorkan media massa, secara terus menerus, tanpa sadar terinternalisasi ke dalam pikiran masyarakat membentuk persepsi sehingga banyak masyarakat yang kemudian bisa ikut terprovokasi, hanya dengan judul berita.

Endang mengatakan, salah satu cara membuka mata dan pikiran sebagian masyarakat yang menjadi fan secara membabi buta ini yaitu dengan mengajak mereka untuk mau melihat sisi lain, yang ada di belakang layar pertunjukan politik. Edukasi dan sosialisasi politik, tidak hanya melulu tentang pentingnya partisipasi dan tata cara, teknis pemilihannya saja.

“Lebih dari itu, edukasi berupa penyadaran dan pemberian pemahaman bahwa tidak ada lawan dan kawan yang abadi dalam dunia politik, menjadi sangat penting,” tambah Endang.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA