Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

ISIS Klaim di Balik Serangan Kantor Save the Children

Rabu 24 Jan 2018 19:57 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Teguh Firmansyah

Gerakan ISIS (ilustrasi)

Gerakan ISIS (ilustrasi)

Foto: VOA
Save the Children mengaku sangat hancur akibat serangan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JALALABAD -- ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom mobil di kantor Save the Children di Kota Jalalabad, Afghanistan, pada Rabu (24/1) dini hari. Melalui kantor berita AMAQ, kelompok teror tersebut mengatakan kantor lembaga amal itu menjadi target karena berbasis di Inggris dan Swedia.

Pajhwok Afghan News melaporkan, ada dua korban tewas dalam serangan tersebut, yaitu seorang polisi dan seorang warga sipil. Sebanyak 12 orang lainnya luka-luka dan dua pelaku penyerangan dilaporkan telah tewas di tempat

Kontributor Aljazirah Jennifer Glasse yang melaporkan dari Kabul, mengatakan pasukan khusus dan ambulans tiba di tempat kejadian dengan cepat. Menurutnya, dua lantai dari bangunan berlantai tiga itu telah diperiksa, tetapi ruang bawah tanah dan lantai atas belum.

"Kami tidak yakin siapa yang terperangkap di dalam, atau berapa banyak orang di sana, tapi kami tahu ini adalah situasi yang menegangkan antara pasukan khusus Afghanistan yang bertukar tembakan dengan penyerang bersenjata berat, tidak hanya dengan senjata tapi juga dengan granat," kata Glasse.

Save the Children mengatakan mereka sangat hancur. "Perhatian utama kami adalah keselamatan dan keamanan staf kami," kata pernyataan kelompok tersebut.

Humayoon Babur, seorang wartawan Afghanistan, mengatakan serangan tersebut terjadi di jantung kota. "Kawasan ini adalah rumah bagi banyak gedung pemerintahan dan kantor pemerintahan provinsi," jelas Babur.

Ketua Komite Palang Merah Internasional (ICRC) di Afghanistan, Monica Zanarelli, menyebut serangan tersebut sangat keterlaluan.

"ICRC akan terus berfokus pada dialog baik dengan Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan maupun oposisi bersenjata, untuk membahas prinsip-prinsip Hukum Humaniter Internasional dan penghormatan terhadap warga sipil dan misi medis," papar Zanarelli.

Serangan terbaru ini terjadi beberapa hari setelah 18 warga sipil terbunuh dan 22 lainnya luka-luka dalam sebuah pengepungan mematikan di hotel Inter-Continental di Kabul. Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan di hotel tersebut yang berlangsung selama 16 jam sejak petang Sabtu (20/1) sebelum semua penyerang terbunuh.

Baca juga,  Kantor Save the Children di Afghanistan Diserang.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA