Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

OJK Sebut Tiga Karakter Pembeli Green Bond

Senin 22 Jan 2018 19:05 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Gita Amanda

OJK

OJK

Foto: Wihdan Hidayat/Republika
Ditargetkan tahun ini di Indonesia sudah ada yang menerbitkan green bond.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, instrumen obligasi berwawasan lingkungan atau green bond tumbuh paling pesat di dunia. Terutama dalam tiga sampai empat tahun terakhir ini.

Direktur Keuangan Berkelanjutan OJK Edi Setijawan mengatakan, peminat green bond cukup banyak. "Malah setiap kali pengeluaran green bond selalu oversubscribe," ujarnya di Jakarta, Senin, (22/1).
 
Ia menyebutkan, ada tiga karakter pembeli green bond. Pertama, investor biasa. "Biasanya investor biasa ini komparasinya mau beli green bond karena yield-nya," jelas Edi. 
 
Karakter kedua, yakni korporasi yang sudah mempunyai kewajiban lingkungan. "Kemudian ketiga yaitu orang-orang kelebihan duit misalnya filantropis," tambah Edi. 
 
Melihat pasar yang potensial, OJK pun pada akhir tahun lalu mengeluarkan ketentuan terkait efek utang berwawasan lingkungan atau green bond pada akhir tahun lalu. Beleid itu tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan. 
 
"Setelah dikeluarkan POJK itu, Alhamdulillah positif. Bahkan pemerintah berencana mengeluarkan dua jenis yaitu green bond dan green sukuk. Jadi satunya berskema konvensional dan satunya berskema syariah," jelas Edi. Ia menambahkan, ditargetkan tahun ini di Indonesia sudah ada yang menerbitkan green bond.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA